KUA Pengasih dan Puskesmas I Bersatu Siapkan Keluarga Sehat

Kulon Progo (KUA Pengasih) – Kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) digelar di Balai Nikah KUA Pengasih, Selasa (27/01/2026) pagi hingga menjelang Dzuhur, ditutup dengan pembagian sertifikat kepada peserta. Kegiatan ini menghadirkan narasumber lintas sektor dan menegaskan pentingnya kolaborasi dalam membangun keluarga yang sakinah, sehat, dan mandiri, sebagaimana disampaikan Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga H., S.H.I., M.S.I.

“Keluarga hari ini tidak cukup hanya dibangun dengan niat baik, tapi juga dengan ilmu yang utuh seperti halnya tentang ketenangan batin, kesehatan reproduksi, dan kemandirian ekonomi. Karena itulah kolaborasi dengan Puskesmas menjadi sangat penting agar calon keluarga baru dibekali perspektif yang lengkap,” tutur Yusma Alam Rangga

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa materi keluarga sakinah dan penguatan ekonomi keluarga merupakan fondasi utama dalam membangun rumah tangga yang berdaya. “Keluarga sakinah bukan hanya soal harmoni emosional, tapi juga tentang kemampuan bertahan dan bertumbuh secara ekonomi. Rumah tangga yang kuat adalah rumah tangga yang mampu berdiri di atas kakinya sendiri,” tambahnya.

Sementara itu, materi pertama disampaikan oleh Penghulu Ahli Madya KUA Pengasih, Drs. Sumanggiyo Usadi, M.A. dengan tema “Keluarga Sakinah”, yang menekankan bahwa ketenangan dalam rumah tangga lahir dari kesadaran spiritual, komunikasi yang jujur, dan komitmen bersama. Materi kedua diisi oleh perwakilan Puskesmas I, Ibu Lilik Wuryani, A.Md.Keb., dengan tema “Reproduksi Kesehatan Keluarga”, yang mengajak peserta memahami kesehatan reproduksi sebagai tanggung jawab bersama, bukan semata urusan individu.

Lebih lanjut, materi ketiga disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam, M. Munawir, S.Ag., dengan tema “Membangun Ekonomi Keluarga”, yang menekankan pentingnya perencanaan, etos kerja, dan pengelolaan keuangan sebagai penopang ketahanan rumah tangga jangka panjang. Kegiatan ini dipandu oleh MC, Kak Khanifah Lillahi Rohmah, A.Md., yang mengalirkan acara dengan tertib dan hangat.

Bimwin ini bukan sekadar ruang transfer materi, tetapi ruang refleksi bahwasannya pernikahan bukan hanya tentang cinta, melainkan tentang kesiapan membangun peradaban kecil bernama keluarga, yang sehat, tenang, dan berdaya. (muc/dpj)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *