Layangan Day, Implementasi Pembelajaran PBL (Project-Based Learning) Siswa MIM Kenteng

Kulon Progo (MIM Kenteng) – Pembelajaran berbasis project menjadi bagian integral dari proses pembelajaran yang bertujuan untuk mengembangkan potensi kreatif siswa secara optimal. Seperti yang dilaksanakan siswa-siswi kelas III MIM Kenteng dengan membuat layangan pada Jum’at (23/1/2026) di ruang kelasnya.
Kepala MIM Kenteng Murtana, S.Pd.I. mendukung penuh kegiatan hasta karya bagi siswa-siswi madrasah. “Kegiatan hasta karya ini tentunya sebagai upaya dalam mengasah otak kanan siswa-siswi dalam bidang seni dan kreativitas. Pembuatan karya ini juga bisa sebagai pembelajaran yang menyenangkan,” jelas Kamad.
Guru MIM Kenteng, Adhi Setyawan, S.Pd. menjelaskan kreativitas siswa yang didampinginya. “Pembelajaran berbasis project ini sebagai salah satu kegiatan belajar yang menyenangkan bagi siswa-siswi. Semuanya belajar berkreasi bersama dengan membuat layangan berbahan bambu dan plastik. Teknik ini adalah hal yang baru untuk belajar produktif bagi siswa-siswi madrasah,” ungkap Adhi.

“Membuat layangan adalah praktik nyata dari berbagai konsep teori di kelas. Di antaranya teori fisika, yaitu siswa belajar tentang aerodinamika, tekanan udara, dan keseimbangan agar layangan bisa terbang stabil. Teori matematika yaitu melibatkan pengukuran yang presisi, perhitungan simetri, dan penggunaan bangun datar (belah ketupat atau layang-layang),” tambah Adhi.
Siswi MIM Kenteng, Mushthofa Anugrahing Budiyanto ikut aktif dalam membuat layangan. “Saya membuat layangan bersama dengan teman-teman dan guru. Saya sudah menyiapkan bambu dan plastik dari rumah. Saat di kelas kami tinggal menyusun, merangkai, dan merapikan,” ungkap Mushthofa. (ras/abi).
#KementerianSemuaAgama
#MakinDigitalMenjangkauUmat



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!