Peringati Isra Mikraj di SDN Bojong Baru, Penyuluh KUA Panjatan Ajak Wali Murid Perbaiki Ibadah Shalat

Kulon Progo (KUA Panjatan) – Memperingati hari besar Islam Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 H, SD Negeri Bojong Baru menggelar pengajian akbar yang menghadirkan siswa dan wali murid pada Rabu (14/01/2026) pag yang bertempat di aula sekolah dan diikuti dengan penuh antusias perserta.
Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Kepala Sekolah SDN Bojong Baru, Siti Fathiyah Sunati, S.Pd.SD., M.Pd. yang menekankan pentingnya kolaborasi antara pihak sekolah dengan orang tua dalam mendidik karakter religius siswa.
Penyuluh Agama KUA Panjatan, Nofianti, S.Pd.Si., M.Pd. Dalam tausiyahnya menyampaikan bahwa peringatan Isra Mikraj tahun 2026 ini harus menjadi titik balik perbaikan kualitas diri, dimulai dari ibadah shalat.
“Shalat adalah ‘oleh-oleh’ terindah dari perjalanan Nabi Muhammad SAW. Sebagai tiang agama, shalat harus menjadi fondasi utama pendidikan karakter anak di rumah melalui keteladanan orang tua atau uswatun hasanah,” terang Nofianti di hadapan ratusan wali murid.
Selain itu ia juga menyoroti tantangan era digital yang saat ini dihadapi generasi muda. Menurutnya, sinergi antara sekolah dan orang tua sangat krusial untuk membina disiplin serta akhlakul karimah. “Jika shalatnya benar, maka ia akan menjadi benteng pertahanan moral dan sarana komunikasi spiritual yang membawa keberkahan bagi keluarga,” tambahnya.

Kepala KUA Kapanewon Panjatan, H. Basid Rustami, S.Ag., secara terpisah menyatakan apresiasi atas langkah SDN Bojong Baru yang proaktif menggandeng penyuluh agamanya. Ia berharap agar kegiatan seperti ini rutin dilaksanakan untuk memberikan pesan dan nasihat keagamaan sampai ke akar rumput, terutama di lingkungan pendidikan dasar.
“Kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari program strategis Kementerian Agama RI, yaitu, Peningkatan Kualitas Literasi Agama, memberikan pemahaman agama yang mendalam kepada masyarakat (wali murid) untuk mencegah degradasi moral,” ujarnya.
“Penguatan ketahanan keluarga, kemenag mendorong agar peran orang tua sebagai pendidik utama dalam rumah tangga sehingga terciptanya keluarga yang sakinah dan religius,”. pungkasnya.
Sinergi Lintas Sektoral dan kehadiran penyuluh KUA di instansi pendidikan menunjukkan fungsi KUA sebagai garda terdepan Kemenag dalam memberikan bimbingan masyarakat yang inklusif.(win/dpj)



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!