Perjalanan Cinta di Tengah Malam

Oleh: Rihana Bilqis
Siswa MTs Darul Ulum Muhammadiyah Galur
Waktu itu, Nabi lagi sedih-sedihnya,
Ditinggal orang tercinta, dihina pula sama dunianya.
Tapi Allah nggak tinggal diam,
Di tengah malam yang paling kelam,
Dijemput-Nya sang kekasih untuk sebuah perjalanan diam.
Gak pakai kendaraan biasa, tapi Buraq kecepatannya,
Dari Makkah ke Palestina cuma sekejap mata.
Bukan cuma jalan-jalan di bumi,
Tapi naik terus tembus ke langit tertinggi.
Ketemu nabi-nabi hebat di tiap pintunya,
Sampai di Sidratul Muntaha, tempat paling rahasia.
Bahkan Jibril pun bilang, “Aku nggak bisa ikut ke sana,”
Cuma Rasulullah yang sanggup menatap cahaya-Nya.
Hadiahnya apa?
Bukan emas, bukan pula tahta,
Tapi Salat, obrolan langsung kita sama Yang Kuasa.
Biar kita yang di bumi nggak merasa sendirian,
Karena tiap sujud adalah cara kita Mi’raj menuju Tuhan.
Balik lagi ke bumi sebelum subuh tiba,
Orang-orang bilang itu mustahil, itu gila.
Tapi ya itulah iman, nggak butuh logika yang rumit,
Cukup percaya, cinta Allah itu seluas langit.



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!