Perkuat Karakter Peserta Didik, MAN 2 Kulon Progo Gelar Rakor Guru Kokurikuler Pengganti P5RA

Kulon Progo (MAN 2 KP) – Sebagai upaya berkelanjutan dalam penguatan karakter peserta didik, MAN 2 Kulon Progo menggelar Rapat Koordinasi Guru Pengampu Kokurikuler Pengganti Projek Penguatan Profil Pelajar Rahmatan lil ‘Alamin (P5RA). Kegiatan ini berlangsung di Ruang Manajemen Gedung Pusat Pembelajaran Terpadu (GPPT) Kampus Pusat MAN 2 Kulon Progo, pada Senin,(5/1/2026).

Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh Kepala MAN 2 Kulon Progo, H. Riza Faozi, S.Ag., M.S.I., Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Kurnia Panca Dewi, M.Si., serta para guru yang ditugaskan sebagai pengampu kegiatan kokurikuler.

Dalam arahannya, Kepala MAN 2 Kulon Progo H. Riza Faozi, M.S.I. menegaskan bahwa kokurikuler pengganti P5RA tetap memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter peserta didik sesuai nilai-nilai Profil Pelajar Rahmatan lil ‘Alamin. Menurutnya, perubahan pola pelaksanaan dari projek ke kokurikuler tidak boleh mengurangi esensi pembinaan karakter, tetapi justru harus memperkuat integrasi antara pembelajaran di kelas dengan praktik nilai dalam kehidupan sehari-hari di madrasah.

“Kokurikuler ini harus menjadi ruang pembiasaan nilai. Melalui kegiatan yang terencana dan berkesinambungan, siswa dibimbing untuk menghayati sikap religius, moderat, bertanggung jawab, dan peduli terhadap lingkungan sosialnya,” ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya kesamaan persepsi di antara guru pengampu agar pelaksanaan kokurikuler berjalan selaras dengan visi madrasah serta mampu menjawab tantangan pembentukan karakter generasi muda di era saat ini.

Sementara itu, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Kurnia Panca Dewi, M.Si., menjelaskan bahwa pelaksanaan kokurikuler pengganti P5RA mengacu pada Keputusan Menteri Agama Nomor 1503 Tahun 2025 tentang Implementasi Kurikulum Merdeka pada Madrasah. Ia memaparkan bahwa dalam regulasi tersebut, penguatan Profil Pelajar Rahmatan lil ‘Alamin tetap menjadi ruh pendidikan madrasah dan dapat diwujudkan melalui kegiatan kokurikuler yang terintegrasi dengan intrakurikuler.

Dalam rapat tersebut, para peserta mendiskusikan narasi pelaksanaan kokurikuler yang menitikberatkan pada penguatan iman dan takwa, pembiasaan akhlak mulia, serta pengembangan sikap moderat dan toleran dalam kehidupan bermadrasah. Kegiatan kokurikuler juga diarahkan untuk menumbuhkan kemandirian, daya nalar kritis, kreativitas, serta semangat gotong royong peserta didik melalui aktivitas yang kontekstual dan relevan dengan lingkungan sekitar.

Selain itu, dibahas pula bagaimana guru dapat merancang kegiatan kokurikuler yang fleksibel namun terstruktur, memiliki keterkaitan dengan mata pelajaran, serta mampu memberikan pengalaman belajar bermakna bagi siswa. Aspek asesmen dan pelaporan hasil kegiatan juga menjadi perhatian, agar capaian karakter peserta didik dapat terdokumentasi dan menjadi bagian dari evaluasi pembelajaran madrasah.

Melalui rapat koordinasi ini, MAN 2 Kulon Progo berharap seluruh guru pengampu kokurikuler memiliki pemahaman yang utuh dan seragam, sehingga pelaksanaan kokurikuler pengganti P5RA dapat berjalan efektif sebagai sarana penguatan karakter peserta didik yang berlandaskan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin. (gia/dpj)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *