Perkuat Sikap Toleran dan Moderat, Siswa MAN 2 Kulon Progo Ikuti Asesmen Moderasi Beragama

Kulon Progo (MAN 2 KP) – Seluruh peserta didik MAN 2 Kulon Progo mengikuti kegiatan Asesmen Moderasi Beragama yang dilaksanakan pada Senin, 12 Januari 2026. Kegiatan ini berlangsung Senin, (12/1/2026) di ruang kelas baik di Unit 1 maupun Unit 2 MAN 2 Kulon Progo.

Pelaksanaan asesmen ini merupakan tindak lanjut dari surat Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kulon Progo Nomor B-44/Kk.12.01/2/PP.00/01/2026 tentang pelaksanaan Asesmen Moderasi Beragama bagi peserta didik madrasah. Seluruh siswa mengikuti asesmen secara daring dengan memanfaatkan gawai masing-masing.

Untuk memastikan seluruh peserta dapat mengikuti asesmen dengan optimal, pihak madrasah juga memberikan fasilitas komputer bagi siswa yang mengalami kendala pada gawai pribadi. Dengan pengaturan tersebut, kegiatan asesmen dapat berjalan tertib, lancar, dan inklusif.

Asesmen Moderasi Beragama ini bertujuan untuk memetakan pemahaman, sikap, dan perilaku keagamaan peserta didik, khususnya yang berkaitan dengan nilai-nilai moderasi beragama seperti toleransi, anti-kekerasan, komitmen kebangsaan, serta penerimaan terhadap keberagaman. Selain itu, asesmen ini juga menjadi dasar bagi madrasah dalam merancang program pembinaan karakter dan keagamaan yang lebih tepat sasaran.

Kepala MAN 2 Kulon Progo, H. Riza Faozi, S.Ag., M.S.I., menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki peran strategis dalam penguatan karakter peserta didik. Ia mengungkapkan, “Asesmen Moderasi Beragama ini sangat penting sebagai upaya menanamkan nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil ‘alamin sekaligus memperkuat sikap toleran, adil, dan seimbang pada diri peserta didik. Hasil asesmen ini akan menjadi bahan evaluasi dan pengembangan program pembinaan keagamaan di madrasah.” ujarnya.

Senada dengan itu, Koordinator Kegiatan Keagamaan MAN 2 Kulon Progo, Dra. Hj. Siti Muslimah, M.Pd., menuturkan, “Melalui asesmen ini, madrasah dapat mengetahui sejauh mana pemahaman dan sikap moderasi beragama siswa. Harapannya, nilai-nilai tersebut dipahami secara teori, dan juga terimplementasi dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan madrasah maupun masyarakat.”  (gia/dpj)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *