Kisah Uwais Al Qorni, Mustafid Enukhad Ingatkan Pentingnya Berbakti kepada Orang Tua

Kulon Progo (MAN 1 KP) — Mustafid Enukhad, S.Ag., M.S.I. mengingatkan seluruh siswa MAN 1 Kulon Progo akan pentingnya kewajiban berbakti kepada kedua orang tua melalui kisah teladan Uwais Al Qorni saat menjadi pembina upacara bendera, Senin (9/2/2026). Upacara berlangsung khidmat di halaman madrasah dan diikuti oleh seluruh peserta didik, guru, serta tenaga kependidikan.

Dalam amanatnya, Mustafid Enukhad menyampaikan kisah Uwais Al Qorni sebagai sosok yang dikenal karena ketulusan baktinya kepada sang ibu. Ia menjelaskan bahwa meskipun Uwais Al Qorni tidak dikenal luas di dunia dan tidak pernah bertemu Rasulullah SAW, namun namanya sangat mulia di sisi Allah SWT karena baktinya yang luar biasa kepada orang tua.

“Uwais Al Qorni menjadi contoh nyata bahwa kemuliaan seseorang tidak ditentukan oleh popularitas atau kedudukan, tetapi oleh ketulusan berbakti kepada orang tua,” ungkapnya di hadapan para siswa.

Ia menekankan bahwa sikap berbakti dapat diwujudkan melalui perilaku sederhana dalam kehidupan sehari-hari, seperti berbicara dengan santun kepada orang tua, membantu pekerjaan di rumah, serta bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu sebagai bentuk tanggung jawab seorang anak.

Mustafid Enukhad juga mengajak para siswa untuk meneladani keikhlasan Uwais Al Qorni dengan senantiasa mendoakan orang tua dan menjaga nama baik keluarga melalui akhlak yang mulia, baik di lingkungan madrasah maupun di tengah masyarakat.

Plt. Kepala MAN 1 Kulon Progo, Sihono Setyo Budi, S.Pd., M.Si., menyampaikan apresiasinya terhadap amanat yang disampaikan dalam upacara tersebut. Menurutnya, kisah-kisah teladan dalam Islam merupakan sarana efektif untuk menanamkan nilai karakter kepada peserta didik.

“Melalui kisah Uwais Al Qorni, siswa diharapkan mampu memahami bahwa pendidikan karakter, khususnya berbakti kepada orang tua, merupakan pondasi penting dalam membentuk pribadi yang berakhlakul karimah,” tuturnya.

Upacara bendera di MAN 1 Kulon Progo tidak hanya menjadi sarana pembinaan kedisiplinan, tetapi juga media penanaman nilai-nilai religius dan keteladanan yang sejalan dengan visi madrasah dalam mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. (mar/dpj)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *