KUA Samigaluh Bersama Forum Rois Banjarsari Bedah Makna Nisfu Sya’ban

Kulon  Progo (KUA Samigaluh) — Forum Rois se-Kalurahan Banjarsari, Kapanewon Samigaluh, menggelar pertemuan rutin pada Senin (2/2/2026) bertempat di Mushola Al Hikmah Kaliapak, Banjarsari.

Kegiatan ini menjadi momentum penguatan peran tokoh agama dalam membina kehidupan keagamaan masyarakat, sekaligus mempererat ukhuwah antar rois di wilayah tersebut.

Muh Tamrin, Penyuluh Agama Islam Fungsional (PAIF) KUA Samigaluh, menyampaikan materi bertema fadhilah malam Nisfu Sya’ban dan keberkahannya dalam kehidupan umat. Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa Nisfu Sya’ban bukan sekadar momentum ibadah personal, melainkan juga memiliki dimensi sosial yang luas.

“Syariat Islam tidak hanya mengatur hubungan hamba dengan Allah, tetapi juga membawa dampak nyata bagi kehidupan sosial dan ekonomi umat. Tradisi keagamaan yang hidup di masyarakat pada bulan Sya’ban menunjukkan bagaimana nilai spiritual mampu menggerakkan solidaritas dan perputaran ekonomi warga,” jelasnya.

Ia mencontohkan berbagai praktik yang tumbuh di tengah masyarakat menjelang Nisfu Sya’ban, seperti kegiatan doa bersama, sedekah, serta persiapan konsumsi dan kebutuhan ibadah. Aktivitas tersebut, menurutnya, menghadirkan efek keberkahan yang dirasakan bersama, termasuk bagi pelaku usaha kecil di lingkungan sekitar.

“Di sinilah kita melihat Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin. Nilai ibadah menghadirkan ketenangan batin, sementara dampak sosialnya memperkuat kebersamaan dan mendukung kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Para peserta forum menyambut antusias materi yang disampaikan. Diskusi berlangsung hangat, terutama terkait peran rois dalam mengedukasi masyarakat agar tradisi keagamaan tetap selaras dengan tuntunan syariat sekaligus memberi manfaat sosial.

Pertemuan ini juga menjadi ruang koordinasi para rois dalam menghadapi momentum bulan Sya’ban dan Ramadhan, agar kegiatan keagamaan di masyarakat berjalan tertib, kondusif, dan membawa nilai kemaslahatan.

Melalui kegiatan semacam ini, KUA Samigaluh terus berkomitmen memperkuat sinergi dengan tokoh agama dan masyarakat, sehingga dakwah tidak hanya bersifat normatif, tetapi juga menyentuh aspek pemberdayaan dan kesejahteraan umat.(nur//dpj)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *