KUA Sentolo Laksanakan Prosesi Akad Ikrar Wakaf Masjid Darussalam Ngrandu

Kulon Progo (KUA Sentolo) – Sebagai upaya maksimal melayani masyarakat dibidang wakaf dengan tuntas dan prima, KUA Sentolo bersama Kankemenag Kulon Progo bidang Zakat dan Wakaf menyelenggarakan ikrar wakaf pada Rabu (04/01/2026) di masjid Darussalam, Ngrandu, Salamrejo, Sentolo. Tanah seluas 392m2 atas nama sertipikat  Gito tersebut akan diwakafkan kepada nazhir perseorangan dengan ketua Drh. Rinto Ariwibowo untuk pengembangan masjid Darussalam.

Dalam kesempatan tersebut, hadir dari berbagai pihak terkait, antara lain Penyelenggara Zakat dan Wakaf (Zawa) Kankemenag Kulon Progo Rochmat Muchoba, Darso Prihanta, Sulismadi, serta  Ketua BWI (Badan Wakaf Indonesia) Kulon Progo, Haris Widiyanta,S.H. Kepala KUA Sentolo sekaligus PPAIW Wildan Isa Anshory, PIC Wakaf Sentolo, Sukardi, Khanifah Lillahi Rohmah. Sedangkan pihak wakaf dari tuan rumah hadir Gito selaku wakif, Drh. Rinto Ariwibowo selaku ketua nazhir. Kedua saksi Pardi dan Rubingin. Dukuh Ngrandu Sumarno, dan beberapa pengurus takmir masjid Darussalam.

Dalam sambutannya, Kepala KUA Sentolo  sekaligus PPAIW, Wildan Isa Anshory menyampaikan bahwa bersyukurlah bagi seseorang yang dikehendaki Allah untuk berwakaf, sungguh itu adalah anugerah yang luar biasa. “Bersyukurlah bagi wakif dan keluarga, setelah mewakafkan tanahnya, akan menjadi pahala jariyah yang terus mengalir sampai hari kiamat, semoga yang hadir ini juga mendapatkan luberan pahala,” jelasnya.

Selain itu Wildan juga memberikan pesan kepada nazhir agar melaksanakan amanah dari wakif dengan seamanah mungkin, sesuai dengan peruntukan ketika ikrar wakaf. “Tugas nadzir itu berat dan harus amanah. Minimal ada empat yang biasa diakronimkan AKAL, administrasikan, kelola-kembangkan, awasi dan laporkan. Semoga nadzir mendapat ridlo dari Allah SWT” imbuhnya.

Hal senada disampaikan oleh ketua BWI Kulon Progo, Haris Widiyanto menyampaikan informasi bahwa pada tanggal 26 Agustus 2025 Kulon Progo telah ditetapkan sebagai kota wakaf. Oleh karena itu BWI bersama Kemenag Kulon Progo berkomitmen melayani wakaf dari masyarakat secara maksimal hingga terbit sertifikat.

“BWI bersama Kemenag akan mengawal masyarakat yang berwakaf sampai terbit sertifikat. Untuk pengurusan wakaf tersebut, ada loket prioritas di BPN dan berbiaya nol rupiah. Dengan begitu, masyarakat benar-benar dimudahkan sampai terbit sertifikat” tutur Haris.

Selain itu Haris juga menghimbau kepada masyarakat dan segenap takmir, jika ada anggota nazhir yang meninggal atau mengundurkan diri agar segera diurus surat pergantian nazhirnya lewat Kemenag dan BWI.
Setelah proses ikrar wakaf tersebut, dilakukan serah terima sertifikat wakaf dari pihak wakif Gito kepada nazhir Drh. Rinto Ariwibowo dengan disaksikan segenap hadirin. (skd/dpj)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *