Hari Pertama SANDIMAS Ditutup dengan Tadarus dan Istirahat Bersama

Kulon Progo (MTsN 5 Kulon Progo) – Hari pertama pelaksanaan program Santri Mengabdi di Masyarakat (Sandimas) yang diselenggarakan oleh MTsN 5 Kulon Progo berlangsung dengan penuh semangat dan kebersamaan. Kegiatan yang dipusatkan di Masjid Baiturrahim ini menjadi langkah awal para siswa dalam belajar mengabdi secara langsung di tengah masyarakat.
Sejak sore hari para siswa melaksanakan berbagai rangkaian kegiatan. Mulai dari perkenalan dengan pengurus masjid dan anak-anak setempat, hingga mengajar membaca Alqur’an secara berkelompok. Dengan penuh kesabaran para siswa membimbing bacaan, memperbaiki tajwid, serta memberikan motivasi agar anak-anak semakin semangat belajar.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan persiapan berbuka puasa bersama. Para siswa bekerja sama menata hidangan, menyiapkan minuman, dan memastikan seluruh kebutuhan berbuka tersedia dengan baik. Suasana hangat dan penuh kekompakan tampak jelas dalam setiap proses persiapan tersebut.
Setelah berbuka puasa, kegiatan dilanjutkan dengan salat Magrib, Isya, dan Tarawih berjamaah. Para siswa mengikuti rangkaian ibadah dengan tertib dan khusyuk, menjadikan malam pertama SANDIMAS semakin bermakna.

Menjelang akhir kegiatan para siswa menutup hari dengan membaca Alqur’an bersama di rumah induk semang. Lantunan ayat suci menggema menciptakan suasana tenang dan penuh kekhusyukan. Momen tadarus bersama ini menjadi penutup yang indah. Sekaligus refleksi atas kegiatan yang telah dilaksanakan sepanjang hari.
Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai para siswa beristirahat dan bermalam di rumah induk semang. Kebersamaan tersebut tidak hanya mempererat tali persaudaraan. Tetapi juga menanamkan nilai tanggung jawab, kemandirian, serta semangat pengabdian sejak dini.
Salah satu guru MTsN 5 Kulon Progo, Dwi Tri Astuti, S.Pd. turut memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan hari pertama SANDIMAS. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran yang sangat berarti bagi siswa. “Melalui SANDIMAS, anak-anak belajar untuk hidup mandiri, bekerja sama, dan merasakan langsung bagaimana berinteraksi dengan masyarakat. Penutupan hari dengan tadarus bersama menjadi momen refleksi yang sangat baik agar mereka senantiasa menjaga niat dan keikhlasan dalam setiap kegiatan,” ujarnya.
Ia juga berharap pengalaman di hari pertama ini dapat menjadi bekal berharga bagi siswa dalam menjalani kegiatan selanjutnya. “Semoga semangat kebersamaan dan pengabdian ini terus tumbuh dalam diri mereka. Tidak hanya selama program berlangsung. Tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.
Program ini diharapkan dapat terus memberikan pengalaman berharga bagi para siswa serta membawa manfaat nyata bagi masyarakat sekitar. (ken/abi).
#KementerianSemuaAgama
#MakinDigitalMenjangkauUmat



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!