KUA Panjatan Hadiri Syawalan Pendidik se-Kapanewon di Gedung KPN Mantap

Kulon Progo (KUA Panjatan) – Nuansa Idulfitri 1447 H masih terasa kental di wilayah Kapanewon Panjatan. Pada Senin pagi (30/03/2026), ratusan insan pendidikan berkumpul untuk mengikuti acara Syawalan dan Halal bihalal Kepala Sekolah, Guru, serta Tenaga Kependidikan se-Kapanewon Panjatan.
Acara yang berlangsung khidmat di Gedung Pertemuan KPN Mantap ini dimulai pukul 09.00 hingga 11.30 WIB. Pertemuan akbar ini menjadi ajang silaturahmi bagi para pejuang literasi di wilayah Panjatan untuk saling memaafkan dan mempererat tali persaudaraan.
Hadir mewakili KUA Panjatan, Penyuluh Agama Islam Kartiwin, S.Pd.I., M.S.I., yang turut membaur bersama tamu undangan VIP lainnya, di antaranya Bapak Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Kulon Progo, Bapak Panewu Panjatan, jajaran Lurah, Polsek, Koramil, Pengawas Sekolah, serta seluruh Kepala Sekolah dan Tenaga Kependidikan se-Kapanewon.
Kepala KUA Kapanewon Panjatan, H. Basid Rustami, S.Ag., secara terpisah menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya kegiatan ini.
“Kami sangat mendukung kegiatan syawalan lintas sektor seperti ini. Sinergi antara penyuluh agama, pemerintah kapanewon, dan dunia pendidikan adalah kunci untuk membangun karakter generasi muda yang berakhlak mulia di Panjatan,” tutur H. Basid Rustami.
Materi utama dalam pertemuan ini adalah makna filosofis Halal bihalal. Selain sebagai tradisi khas nusantara, halal bihalal dimaknai sebagai momentum untuk mengosongkan ego dan membuka lembaran baru yang lebih bersih. Bagi para pendidik dan tenaga kependidikan, momen ini diharapkan dapat meningkatkan kekompakan dan etos kerja dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Kegiatan syawalan ini selaras dengan program Kementerian Agama RI dalam memperkuat Moderasi Beragama dan Pembangunan Karakter (Character Building). Kehadiran Penyuluh KUA dalam acara ini menunjukkan peran aktif Kemenag dalam memberikan pendampingan spiritual serta memastikan nilai-nilai keagamaan yang inklusif merasuk ke seluruh lapisan masyarakat, termasuk di lingkungan sekolah.
Harmonisasi antara instansi pemerintah (Panewu,Polsek, Koramil, Lurah, dan KUA) dengan institusi pendidikan ini merupakan wujud nyata dari semangat “Kemenag Hadir” untuk menciptakan lingkungan sosial yang rukun, damai, dan religius. (win/dpj )



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!