Mimuhga Ikuti Pesantren Ramadan Gugus IV Panjatan, Kuatkan Toleransi

Kulon Progo (Mimuhga) – Kegiatan Pesantren Ramadan Gugus IV yang melibatkan siswa kelas 5 dari berbagai satuan pendidikan di wilayah Garongan dan Bojong, Kapanewon Panjatan resmi ditutup pada Kamis (5/3/2026) di SDN Garongan. Penutupan kegiatan yang berlangsung penuh keakraban tersebut menjadi momen untuk meneguhkan komitmen menjaga silaturahmi dan moderasi beragama antar MI dan SD di lingkungan gugus tersebut.

Kepala MI Muhammadiyah Garongan, Siti Nurhayati,S.Ag. M.S.I. mendorong untuk mengikuti kegiatan ini. “Pesantren Ramadan ini ada semangat guyub rukun bermoderasi beragama antar satuan pendidikan yang berbeda. Ini sebagai cerminan akhlak mulia saling menghormati antar kawan,” ungkapnya.

“Harapannya untuk selalu menjaga silaturahmi ini. Kita jaga toleransi beragama saling menghargai perbedaan. Semua harus terus guyub rukun agar cita cita tercapai dengan baik,” imbuhnya.

“Dengan pesantren kilat ini diharapkan nilai-nilai yang telah diajarkan dapat terinternalisasi dalam diri setiap siswa. Jadikan momen ini sebagai awal untuk terus meningkatkan keimanan dan ketakwaan, serta jaga selalu kerukunan di mana pun berada,” pungkasnya.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini diikuti 8 Satuan Pendidikan. Yakni siswa kelas 5 dari MI Muhammadiyah Garongan, MI Ma’arif Garongan, SDN Garongan, SD Muhammadiyah Garongan, MI Ma’arif Bojong, SDN Bojong, dan SDN Bojong Baru.

Sebelum penutupan, suasana religius semakin terasa dengan adanya pengajian menjelang waktu berbuka puasa. Pemateri pengajian, Achmad Mujib Romadlon, S.Ag., M.A. menyampaikan hikmah di balik latihan berpuasa yang dijalani anak-anak. Ia menggunakan analogi yang dekat dengan keseharian para santri untuk menyampaikan pesan inspiratifnya.

Ia menganalogikan anak-anak yang berlatih puasa menahan lapar dan haus seperti seekor ulat. “Ulat itu menjalani proses yang tidak mudah dalam kepompongnya. Tetapi setelah melalui semua itu, ia akan berubah menjadi kupu-kupu yang sangat cantik. Puasa ini adalah latihan untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan indah akhlaknya,” terang Mujib.

Pengawas Madrasah, Khoiriyatun, S.Pd. M.Sc. mengapresiasi kekompakan dan kerukunan yang ditunjukkan para siswa selama kegiatan pesantren Ramadan. “Ini merupakan modal sosial yang sangat berharga. Semangat kebersamaan saling menghormati inilah yang harus terus dipupuk. Baik di lingkungan madrasah atau sekolah, maupun di tengah masyarakat,” ujarnya. (sit/abi).

#KementerianSemuaAgama
#MakinDigitalMenjangkauUmat

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *