Pagi Suci di Hari Kemenangan

Mazea Rahma Nisa
Siswa MTsN 2 Kulon Progo
Ketika langit masih terselimuti kabut tipis,
Dan bintang-bintang perlahan menghilang ke peraduannya,
Dunia terbangun dalam hening yang penuh makna,
Menyambut pagi yang dinanti setelah sebulan berpuasa.
Embun menetes perlahan dari ujung daun kelapa,
Seakan air mata bahagia yang jatuh membasahi bumi,
Udara pagi terasa segar, bersih, dan beraroma wangi,
Seperti jiwa-jiwa yang telah dicuci dari segala noda dan dosa.
Dari kejauhan, suara takbir mulai menggema,
Mengalun lembut lalu meluas memenuhi ruang dan waktu,
“Allahu Akbar, Allahu Akbar…” suaranya penuh haru,
Membangunkan kesadaran, menggetarkan hati yang paling kaku.
Di halaman rumah, karpet merah telah terbentang rapi,
Orang tua mengenakan pakaian terbaik berwarna cerah dan bersih,
Anak-anak berjalan dengan langkah malu-malu namun gembira,
Menuju tempat berkumpul, menuju arah kiblat yang satu.
Matahari mulai mengintip dari ufuk timur,
Menyinari wajah-wajah yang penuh ketulusan dan harapan,
Sujud demi sujud, rukuk dan berdiri beriringan,
Mengucap syukur kepada Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Selesai sudah ibadah yang menjadi puncak perjalanan,
Kini tibalah saat yang paling dinanti dan berharga,
Saling berhadapan, menundukkan kepala penuh hormat,
Mengulurkan tangan, membuka pintu maaf yang seluas-luasnya.
“Ampunilah salahku, baik yang sengaja maupun yang tak sadari,”
Ucapan itu terucap dengan getaran yang menyentuh sanubari,
Senyum merekah, kadang disertai genangan air mata,
Karena hari ini, semua batas dan jarak seakan lenyap tiada.
Di meja makan, ketupat terikat rapi dengan anyaman daun,
Opor ayam mengeluarkan wangi yang memanggil selera,
Rendang yang kaya rempah, nastar yang manis di lidah,
Setiap suapan adalah simbol kebersamaan yang tak terkira.
Pagi ini berjalan dengan ritme yang damai dan indah,
Tawa anak-anak bermain sambil memegang angpao di tangan,
Cerita lama dan kenangan terangkai kembali dalam percakapan,\
Mempererat ikatan persaudaraan yang dibangun atas iman.
Oh, pagi Idulfitri yang penuh berkah dan cahaya,
Kau mengajarkan kita bahwa kemenangan bukanlah kekuasaan,
Melainkan kemampuan menaklukkan hawa nafsu dan amarah,
Serta menyebarkan kasih sayang di sepanjang jalan kehidupan.
Biarlah sinar pagi ini terus menyinari perjalanan kita,
Menjadi pelita yang menuntun langkah di hari-hari mendatang,
Agar maaf yang terucap tak sekadar menjadi ucapan semata,
Tapi tertanam dalam jiwa, menjadikan kita manusia yang lebih berharga



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!