Penyuluh KUA Pengasih Bedah Rahasia Harmoni Keluarga Menantu dan Mertua 

Kulon Progo (KUA Pengasih) – Di tengah khidmatnya suasana bulan Ramadan, Penyuluh Agama Islam KUA Pengasih, Muhammad Munawir, S.Ag., melaksanakan pendampingan spiritual bagi warga penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH). Kegiatan yang berlangsung di Kopok Kidul, Tawangsari, pada Jumat (06/03/2026) ini mengangkat tema krusial dalam rumah tangga: keharmonisan antara mertua dan menantu. “Keluarga Sakinah terwujud tidak hanya dari keharmonisan hubungan pasutri, tetapi juga hubungan antara menantu dan mertua. Fenomena yang sering terjadi di lapangan adalah adanya riak ketidakharmonisan, terutama antara menantu perempuan dengan ibu mertua,” jelas Munawir di hadapan para anggota PKH.

Dalam paparannya, Munawir menekankan bahwa mertua selayaknya menyayangi menantu seperti anak kandung sendiri dan menjauhkan diri dari sikap ingin selalu mengatur rumah tangga anaknya. Sebaliknya, menantu wajib bersikap hormat dan menjaga perasaan ibu mertua. “Suami memiliki peran sentral sebagai jembatan jika terjadi miskomunikasi di antara keduanya,” tambahnya.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Pendamping PKH Ibu Emi Listiawati, S.Pd., yang membersamai jalannya kegiatan sekaligus melakukan rekapitulasi untuk memastikan bantuan sosial tersalurkan tepat sasaran kepada mereka yang berhak.

Menanggapi kolaborasi antara Penyuluh Agama dan program PKH ini, Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga H, S.H.I, M.S.I, memberikan apresiasi setinggi-tingginya. Beliau menegaskan bahwa ketahanan keluarga bermula dari kedamaian di dalam rumah. “Kami sangat mendukung sinergi antara penyuluh dengan pendamping PKH ini. Ketahanan ekonomi keluarga harus dibarengi dengan ketahanan mental dan spiritual. Hubungan yang harmonis antara menantu dan mertua adalah salah satu pilar stabilitas rumah tangga. Dengan jiwa yang tenang dan hubungan keluarga yang rukun, keluarga-keluarga di Pengasih diharapkan lebih fokus dalam berikhtiar dan meraih keberkahan hidup,” ungkap Yusma Alam.

Kegiatan pendampingan ini diakhiri dengan sesi diskusi hangat. Para peserta tampak antusias mengungkapkan pengalaman pribadi mereka dalam berinteraksi dengan mertua maupun menantu, menciptakan suasana kekeluargaan yang erat. (lua/dpj)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *