KUA Panjatan Gelar BRUS di MAN 2 Kulon Progo: Perkuat Karakter Remaja di Bulan Ramadhan

Kulon Progo (KUA Panjatan) – Dalam upaya membentengi generasi muda dari dampak negatif pergaulan bebas dan mempersiapkan masa depan yang berkualitas, KUA Kapanewon Panjatan menggelar kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS). Kegiatan ini dilaksanakan di Aula MAN 2 Kulon Progo pada Kamis (5/3/2026) pagi.

Acara ini dihadiri oleh jajaran Penyuluh Agama Islam KUA Panjatan, di antaranya Djuni Kaswanti, S.Ag., Wisnu Murti, S.H.I., M.S.I., Kartiwin, S.Pd.I., M.S.I., serta Fajar Munggih Nugrahibi, S.Sos. Kedatangan tim dari KUA disambut hangat oleh Koordinator Pesantren Ramadhan MAN 2 Kulon Progo, Muslimah, beserta jajaran guru dan ratusan siswa-siswi yang antusias mengikuti jalannya bimbingan.

Menghadirkan narasumber Wisnu Murti, S.H.I., M.S.I., kajian ini fokus pada tema “Pendidikan Karakter Usia Remaja”. Dalam penyampaiannya, Wisnu menekankan bahwa usia remaja adalah fase krusial dalam pembentukan jati diri.

“Pendidikan karakter bukan sekadar teori, melainkan praktik kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab. Remaja yang memiliki karakter kuat tidak akan mudah goyah oleh tren negatif dan akan lebih siap menghadapi tantangan zaman dengan nilai-nilai agama sebagai kompasnya,” ujar Wisnu di hadapan para siswa.

Kepala KUA Kapanewon Panjatan, H. Basid Rustami, S.Ag., menyatakan apresiasi yang setinggi-tingginya atas terselenggaranya kegiatan ini di lingkungan madrasah.

Menurutnya, sinergi antara KUA dan sekolah sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan mental remaja. Beliau berharap materi yang disampaikan dapat menjadi bekal berharga bagi para siswa dalam meniti masa depan.

Kegiatan BRUS ini merupakan implementasi nyata dari program strategis Kementerian Agama Republik Indonesia, khususnya dalam hal, Moderasi Beragama bagi Milenial, menanamkan nilai-nilai agama yang inklusif dan berakhlak mulia sejak dini untuk mencegah paham ekstrem. Pencegahan Pernikahan Dini, melalui edukasi karakter dan kesiapan diri, remaja didorong untuk fokus pada pendidikan dan pengembangan potensi sebelum melangkah ke jenjang pernikahan. Revitalisasi KUA, mengukuhkan peran KUA tidak hanya sebagai kantor urusan nikah, tetapi juga sebagai pusat bimbingan dan konsultasi keagamaan bagi semua lapisan masyarakat, termasuk pelajar. (win/dpj )

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *