Sajak di Pintu Pamit

Chiara Kayla Perlita
Siswa MTsN 6 Kulon Progo
Tinggal menghitung jemari,
Ramadan mulai melangkah ke balik pintu.
Lantun tadarus tak lagi sekencang kemarin,
Terendam riuh persiapan hari yang baru.
Kita yang dulu begitu semangat di garis awal,
Kini tersadar, waktu tak pernah menunggu.
Sajadah masih terbentang, namun hati bertanya,
“Sudahkah aku benar-benar menjemput rindu-Mu?”
Dapur mulai sibuk dengan aroma kue dan hidangan,
Tapi ruh kita, semoga tak ikut larut dalam kemeriahan.
Sebab Ramadan bukan tentang seberapa megah perayaan,
Tapi tentang seberapa banyak sisa diri yang telah disucikan.
Jangan dulu pergi, wahai bulan yang tenang,
Beri kami satu sujud lagi yang benar-benar terang.
Sebelum fajar Syawal menyapa dengan riang,
Semoga nama kita sudah tertulis sebagai pemenang



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!