Sambut Ramadhan, PKK Kapanewon Panjatan Bedah Konsep Bakti Istri Sesuai Keteladanan Nabi

Kulon Progo (KUA Panjatan) – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, Kapanewon Panjatan menggelar kegiatan kajian keagamaan bersama Tim Penggerak PKK setempat pada Jumat (6/3/2026)pagi, yangbertempat di Aula kapanewon setempat.Kegiatan  ini fokus membahas tentang peran penting perempuan dalam rumah tangga.

Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Penyuluh Agama Islam dari Kantor Urusan Agama (KUA) Panjatan, yakni Djuni Kaswanti, S.Ag. dan Nofianti, S.Pd.Si., M.Pd. Kehadiran mereka merupakan bentuk pendampingan aktif KUA dalam membina spiritualitas masyarakat, khususnya kaum perempuan di wilayah Panjatan.

Kajian utama menghadirkan pembicara Dahlan Arif, yang membedah materi mendalam mengenai “Bakti Perempuan kepada Suami Berdasarkan Tindak Lampah (Perilaku) Kanjeng Nabi”.

Dalam paparannya, Dahlan menekankan bahwa bakti seorang istri bukanlah bentuk ketertundukan tanpa alasan, melainkan sebuah manifestasi ibadah yang merujuk pada akhlak mulia Nabi Muhammad SAW dalam memuliakan keluarga. Beliau menjelaskan bagaimana harmoni rumah tangga dapat tercipta jika dilandasi oleh kesabaran dan kasih sayang sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah.

Kepala KUA Kapanewon Panjatan, H. Basid Rustami, S.Ag., memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif kolaborasi antara PKK dan penyuluh agama ini.

“Kami sangat mendukung kegiatan rutin seperti ini. Kajian ini bukan sekadar menambah wawasan, tapi juga menjadi bekal spiritual bagi ibu-ibu PKK dalam menyambut Ramadhan, sehingga madrasah pertama di dalam rumah yakni ibu memiliki pondasi karakter yang kuat,” ujar Basid.

Kegiatan ini sejalan dengan program prioritas Kementerian Agama RI, khususnya terkait: Penguatan Ketahanan Keluarga, menjadi bagian dari upaya preventif menekan angka perselisihan rumah tangga melalui edukasi hak dan kewajiban suami-istri. Revitalisasi KUA, menunjukkan peran KUA yang tidak hanya melayani urusan administratif pernikahan, tetapi juga hadir di tengah masyarakat sebagai pusat edukasi keagamaan dan moderasi. Pemberdayaan Masyarakat melalui Penyuluh Agama, mengoptimalkan fungsi penyuluh sebagai garda terdepan dalam memberikan bimbingan moral dan spiritual di tingkat kecamatan.  (win/dpj )

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *