Adakan Pengajian Aparat, KUA Lendah bersama Forkompimkap Mangayubagya Jamaah Haji

Kulon Progo (KUA Lendah) – Sebagai wadah silaturahim dan peningkatan kualitas keimanan dilingkungan aparat se Kapanewon Lendah, Aula Polsek Lendah, di Botokan Jatirejo, Lendah, Kulon Progo, ketempatan sebagai tuan rumah pengajian aparat tingkat kapanewon yang berlangsung pada Kamis (17/04/2026) pagi.
Suasana sejuk penuh apresiasi memenuhi halaman Polsek Lendah, pengajian rutin ini dihadiri 200 orang. Kepala KUA hadir langsung bersama Panewu, Kapolsek, Koramil, dan para staf 6 kelurahan. Turut hadir juga BPP, Dinas KB, Puskesmas, Selain itu juga dihadiri MKKS (Musyawarah Kelompok Kerja Kepala Sekolah) Lendah beserta staf, perwakilan ormas dari NU, Muhammadiyah, MUI serta Dukuh dan warga sekitar.
Panewu Lendah R Sigit Purnomo, S.I.P menyampaikan “ Pada kesempatan ini, kita mangayubagya jemaah haji yang akan berangkat ke Mekah bulan ini, kita berharap para jamaah haji untuk menjaga kesehatan, fisik yang fit agar bisa menjalankan seluruh amaliah haji, sehingga memperoleh predikat haji mabrur.” paparnya.
“Jamaah haji diharap bersiap diri, mengingat kondisi di tanah Arab berbeda dengan desa kita, di padang pasir suhunya sangat panas, oleh karena itu perlu adaptasi, perlu menguatkan kesehatan fisik.” Imbuhnya.
Dalam tausyiahnya, Kiai Maghfurun Asrori mengatakan “Saat ini kita dalam rangka menyambut pamit haji, Jadi begini awal mula ibadah haji itu, terdapat beberapa ajaran islam yang disyariatkan oleh Allah untuk merekam kesejarahan para Nabi sebelum Nabi Muhammad saw. Sejarah menyebutkan bahwa padang mahsyar merupakan lokasi perjumpaan Nabi Adam dan Ibu Hawa. Jadi dulu itu Nabi Adam di surga bersama ibu Hawa, tetapi karena keduanya digoda oleh setan untuk makan buah Khuldi, akhirnya Allah murka dan keduanya diturunkan di bumi.” paparnya.

Dalam kesempatan ini, Kiai Maghfurun Asrori. yang juga Pengasuh PP Roudhotul Anwar menyampaikan “Ketika Adam dan Hawa diturunkan di bumi, terpisah sangat jauh, ratusan tahun tidak bertemu. Walhasil akhirnya keduanya bertemu di Jabal Rahmah, tanah arofah yang kemudian dipakai oleh jamaah haji sampai saat ini. Ada lagi tempat bukit shofa sampai marwa, dll. ” pungkasnya.
Menurut Zamroni, S.Ag., M.S.I. selaku Kepala KUA Lendah berpandangan bahwa penyelenggaraan pengajian tingkat kapanewon ini memiliki banyak manfaat, bisa menjalin silaturahmi, membangun keharmonisan antar pegawai instansi se-Kapanewon Lendah dan juga memperoleh ilmu, pemahaman keagamaan, yang dapat dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. (Agus/alf).



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!