Bukan Sanggul yang Membelenggu

Taufik Rafi’ Rizqullah
Siswa MTsN 5 Kulon Progo
Di balik bingkai hitam putih yang menua,
Kau tak sedang bicara soal kebaya atau konde.
Ada api yang melompat dari jemari yang menulis,
Membakar sekat-sekat kamar pingitan yang bisu.
Hari ini, namamu tak butuh seremoni bedak tebal,
Sebab emansipasi bukan sekadar parade di jalanan.
Ia adalah hak untuk memilih menjadi apa saja,
Tanpa harus menunduk di hadapan bayang-bayang.
Habis gelap tak selalu berarti fajar yang tenang,
Terkadang ia adalah badai yang meruntuhkan tembok.
Pikiranmu adalah peluru yang menembus zaman,
Melampaui batas selubung kain yang membalut raga.
Jadilah Kartini yang tak lagi menunggu dipinang nasib,
Menulis takdir sendiri di atas meja-meja diskusi.
Karena kemerdekaan perempuan bukan di ujung sanggul,
Tapi di keluasan cakrawala akal yang terus menyala.



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!