Pelita dari Jepara

Meisya Silviana Sari
Siswa MTsN 5 Kulon Progo
Di sudut Jepara, abad berganti
Lahir seorang putri yang hatinya berbisik suci
Raden Ajeng Kartini, namamu terukir abadi
Bukan karena tahta, tapi karena nurani
Kau lihat dunia dari balik jendela terkunci
Pingitan jadi dinding, adat jadi jeruji
Tapi jiwamu liar, tak mau mati
Kau tulis surat, kau kirim mimpi
Kepada Nyonya Abendanon kau bercerita
Tentang gelap yang membungkam wanita
Tak boleh sekolah, tak boleh bertanya
Hanya disiapkan untuk di kamar dan dapur saja
Tapi kau menolak tunduk pada takdir
Kau rajut kata jadi jembatan pikir
“Habis gelap terbitlah terang” kau ukir
Menjadi obor bagi kami yang kemudian lahir
Kini kami berdiri di jalan yang kau rintis
Bisa memilih, bisa bermimpi, bisa bernyanyi optimis
Jadi insinyur, pilot, menteri, seniman, aktivis
Karena kau dulu berani menulis di tengah tangis



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!