KUA Nanggulan Jajaki Kerja Sama dengan Kelompok Difabel Jatisarono, Program Pemberdayaan

Kulon Progo (KUA Nanggulan) — Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kapanewon Nanggulan, Jemino, S.H.I., M.H., bersama jajaran Penyuluh Agama Islam melakukan kunjungan pada kelompok KDK (Kelompok Difabel Kalurahan) Jatisarono yang bertempat di Dapur Kifano, pada Rabu (22/4/2026).

Kunjungan ini bertujuan untuk membahas rencana kerja sama antara KDK Jatisarono dengan Dharma Wanita Persatuan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kulon Progo. Kegiatan diawali dengan silaturahim dan diskusi mengenai potensi pemberdayaan yang dapat dikolaborasikan.

Kepala KUA Nanggulan, Jemino, S.H.I., M.H., menyampaikan ketertarikannya terhadap program pemberdayaan yang dikelola oleh KDK Jatisarono, terutama yang berfokus pada pemberdayaan penyandang disabilitas.

“Kami tertarik dengan kelompok di sini yang fokus pada program pemberdayaan disabilitas. Kami ingin berkolaborasi dengan kelompok ini. Kami dari pegawai memiliki Dharma Wanita, bagaimana kalau membuat acara di sini kemudian belajar praktik pemberdayaan,” ujar Jemino.

Ia menambahkan bahwa di lokasi KDK Jatisarono terdapat sentra UMKM yang cukup produktif, seperti keripik manggleng, jamur crispy, penanaman cabai dan sayuran, serta peternakan ayam dan kambing. Hal ini dinilai sebagai potensi besar yang dapat dikembangkan lebih lanjut melalui kolaborasi dengan Dharma Wanita Kemenag Kulon Progo.

Sementara itu, perwakilan KDK Jatisarono,  Wiwid, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kunjungan dari KUA Nanggulan. Ia menjelaskan bahwa kelompoknya berkomitmen untuk mandiri dan tidak ingin menjadi beban bagi orang lain.

“Kami berusaha untuk tidak merepotkan orang lain, bahkan kalau bisa memberikan manfaat kepada banyak orang,” ungkap  Wiwid.

Namun demikian, ia juga menyampaikan sejumlah tantangan yang dihadapi kelompoknya. Salah satunya adalah kesulitan mengakses bantuan usaha dari pemerintah. Beberapa anggota kelompok difabel mengajukan permohonan bantuan, namun ditolak dengan alasan orang tua mereka masih menerima bantuan sosial lainnya.

“Kami berharap ke depan ada pendampingan agar rekan-rekan difabel bisa lebih mudah mengakses peluang usaha tanpa terkendala aturan yang kurang berpihak pada kemandirian mereka,” harapnya.

Melalui kunjungan ini, KUA Nanggulan berkomitmen untuk terus mendampingi dan menjembatani kelompok difabel Jatisarono agar dapat mengembangkan potensi UMKM sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi berbasis pemberdayaan sosial keagamaan. (col/dpj)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *