KUA Samigaluh bersamai KOMBEL TOGAMASS, Perkuat Edukasi Keagamaan dan Pusaka Sakinah

Kulon Progo (KUA Samigaluh) — Penguatan peran KUA sebagai pusat edukasi keagamaan dan pembinaan keluarga kembali ditegaskan melalui keterlibatan aktif KUA Samigaluh dalam kegiatan syawalan dan halal bihalal Komunitas Belajar (KOMBEL) TOGAMASS di SD Negeri Suroloyo, Rabu (9/4/2026).

Kegiatan ini menghadirkan Penyuluh Agama Islam Fungsional (PAIF) KUA Samigaluh, Muh Tamrin, S.Ag sebagai narasumber utama. Kehadiran KUA dalam ruang komunitas belajar menjadi bukti nyata transformasi layanan keagamaan yang semakin terbuka, kolaboratif, dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Dalam pemaparannya, Muh Tamrin menegaskan bahwa Revitalisasi KUA menuntut perubahan paradigma, dari layanan administratif menuju layanan yang berdampak.

“KUA hari ini harus menjadi pusat pembelajaran masyarakat, tidak hanya soal pernikahan, tetapi juga pembinaan kehidupan beragama, penguatan keluarga, dan solusi atas persoalan sosial keagamaan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa KUA didorong menjadi institusi yang modern, transparan, dan responsif terhadap dinamika masyarakat. Implementasinya diwujudkan dengan kehadiran aktif dalam forum-forum komunitas seperti KOMBEL sebagai ruang edukasi yang kontekstual dan membumi.

Materi yang disampaikan juga menekankan pentingnya penguatan ketahanan keluarga melalui program Pusaka Sakinah. Dalam hal ini, KUA memiliki peran strategis dalam memberikan edukasi pranikah, pembinaan keluarga, serta pendampingan berkelanjutan bagi masyarakat.

“Melalui Pusaka Sakinah, KUA hadir untuk memastikan masyarakat tidak hanya siap menikah, tetapi juga mampu membangun keluarga yang harmonis, tangguh, dan penuh nilai keagamaan,” tambahnya.

Kegiatan KOMBEL TOGAMASS menjadi ruang sinergi antara KUA, dunia pendidikan, dan komunitas masyarakat dalam membangun generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan sosial.

Melalui kegiatan ini, KUA Samigaluh menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat sebagai pusat layanan keagamaan yang inklusif, solutif, dan berdampak, sejalan dengan semangat transformasi Kementerian Agama.(nur/dpj)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *