Kuatkan Fondasi Ketahanan Keluarga, KUA Pengasih Bekali Calon Pengantin Visi Sakinah dan Kemandirian

Kulon Progo (KUA Pengasih) – Dalam upaya preventif menekan angka perselisihan rumah tangga dan meningkatkan kualitas generasi masa depan, Kantor Urusan Agama (KUA) Pengasih kembali menggelar Bimbingan Perkawinan (Bimwin) secara klasikal.

Bertempat di Balai Nikah KUA Pengasih, Selasa (21/04/26), kegiatan ini diikuti oleh 22 peserta yang dipersiapkan untuk menjadi nakhoda rumah tangga yang tangguh.

Kegiatan yang dikelola secara dinamis oleh Khanifah Lillahi Rohmah, A.Md. selaku moderator ini, membedah tiga pilar utama kesiapan berkeluarga. Narasumber pertama, Penghulu Sumanggiyo Usadi, MA., menekankan bahwa keluarga sakinah tidak hadir secara kebetulan, melainkan melalui desain spiritual yang matang. “Bahwa pemahaman terhadap hak dan kewajiban secara religius adalah kunci utama dalam menghadapi gejolak dinamika pernikahan di era modern,” ujarnya.

Aspek ekonomi yang sering menjadi pemicu keretakan domestik dibahas tuntas oleh Munawir, S.Ag. Dalam materinya, ia menekankan pentingnya manajemen keuangan berbasis musyawarah. Peserta dibekali teknik perencanaan anggaran keluarga agar mampu mencapai kemandirian finansial dan menghindari pola hidup konsumtif.

Melengkapi kesiapan fisik, Lilik Suryani, A.MKeb dari Puskesmas Pengasih 1 memberikan wawasan komprehensif mengenai kesehatan reproduksi. Sesi ini menjadi krusial sebagai langkah awal deteksi dini kesehatan pasangan serta upaya kolektif dalam pencegahan stunting sejak dini melalui perencanaan kehamilan yang sehat.

Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga H., S.H.I, M.S.I, menegaskan bahwa investasi terbaik bagi calon pengantin adalah ilmu pengetahuan. Dalam pernyataannya, beliau menekankan peran strategis KUA dalam melakukan pendampingan keluarga. “Pernikahan adalah kontrak peradaban yang sakral. Melalui Bimwin ini, kami ingin memastikan bahwa 22 peserta ini tidak hanya siap secara administratif, tetapi memiliki ketahanan mental dan intelektual. Dengan memahami manajemen konflik, stabilitas ekonomi, dan kesehatan, kita sedang membangun benteng ketahanan keluarga yang berkontribusi langsung pada ketahanan bangsa,” tegas Rangga.

Melalui bimbingan intensif ini, KUA Pengasih berkomitmen untuk terus mengawal lahirnya keluarga-keluarga berkualitas yang mampu mewujudkan visi keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah di tengah masyarakat.(muc/dpj)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *