Pelita di Ujung Pena

Anindita Keisha Az-Zahra
Siswa MTsN 5 Kulon Progo
Dahulu…
Dunia hanya seluas dinding pingitan
Langkah terhenti di ambang pintu rumah
Suara-suara terkunci dalam sunyi yang panjang
Menanti fajar yang tak kunjung datang.
Namun di Jepara, seorang putri terjaga
Tangannya menggenggam pena dengan perkasa
Bukan pedang yang ia ayunkan ke udara
Melainkan aksara yang merobek gelapnya dunia.
“Habis Gelap Terbitlah Terang”
Bukan sekadar kalimat di atas kertas usang
Itu adalah janji yang kini kami pegang
Bahwa perempuan tak lagi boleh dikekang.
Wahai Kartini…
Lihatlah kini kuncup yang kau tanam telah mekar
Di sekolah, di kantor, di angkasa yang tebar
Perempuan Indonesia melangkah dengan tegar
Membawa mimpi yang tak lagi gentar.
Terima kasih atas jalan yang kau buka
Atas keberanian yang menghapus duka
Kami adalah penerus nyala apimu
Membangun bangsa dengan ilmu dan baktimu.



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!