Perkuat Mental Keluarga Penerima Manfaat, Penyuluh KUA Pengasih Ingatkan Bahaya “Kebangkrutan” di Akhirat

Kulon Progo (KUA Pengasih) – Masih dalam suasana bulan Syawal, Penyuluh Agama Islam KUA Pengasih, Muhammad Munawir, S.Ag., melaksanakan penyuluhan keagamaan pendampingan keluarga sakinah bagi warga penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH). Kegiatan tersebut berlangsung di Pendopo Dusun Siluwok Lor, Tawangsari, Pengasih, pada Kamis (09/04/2026) pagi.

Dalam kesempatan tersebut, Munawir mengangkat tema penting mengenai upaya menjaga amal ibadah agar tidak rusak atau mengalami “kebangkrutan” akibat melanggar hak orang lain. “Ada lima perbuatan yang dapat menjadikan pelakunya sebagai orang yang bangkrut (muflis) di akhirat, yaitu mencaci orang lain, menuduh tanpa bukti, memakan harta yang bukan haknya, menumpahkan darah, dan memukul atau menyakiti fisik orang lain,” jelas Munawir di hadapan para anggota PKH.

Ia menambahkan bahwa jika seseorang melakukan kezaliman tersebut, pahala kebaikannya akan diberikan kepada orang yang dizalimi. Apabila pahalanya habis sebelum tuntutan atas kezalimannya terpenuhi, maka dosa orang yang dizalimi akan ditimpakan kepadanya, hingga ia terancam dilemparkan ke dalam neraka.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Pendamping PKH, Emi Listiawati, S.Pd. Selain mendampingi proses penyuluhan, ia juga melakukan rekapitulasi untuk memastikan bantuan sosial tersalurkan tepat sasaran, serta memberikan motivasi menabung dan menyampaikan kebijakan terbaru terkait program PKH.

Menanggapi kolaborasi ini, Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga H, S.H.I, M.S.I, memberikan apresiasi setinggi-tingginya. Ia menegaskan bahwa ketahanan ekonomi keluarga harus berjalan beriringan dengan asupan spiritual. “Kami sangat mendukung sinergi antara penyuluh dengan pendamping PKH. Ketahanan ekonomi harus dibarengi dengan ketahanan mental dan spiritual. Dengan meningkatnya ketakwaan selepas Ramadan, keluarga-keluarga di Pengasih diharapkan tidak hanya kuat secara finansial, tetapi juga memiliki jiwa yang tenang dan ridha terhadap ketetapan Allah,” ungkapnya.(lua/dpj)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *