Program “Santri Akhir Pekan” Kolaborasi KUA Panjatan dan Pondok Pesantren Al-Maunah Bojong

Kulon Progo (KUA Panjatan) – Dalam upaya meningkatkan pemahaman keagamaan sejak usia dini, KUA Kapanewon Panjatan bekerja sama dengan Pondok Pesantren Al-Maunah Bojong menyelenggarakan program “Santri Akhir Pekan”. Acara ini berlangsung pada Jum’at (10/4/2026) malam Program ini ditujukan bagi anak usia sekolah dasar (SD) dari berbagai daerah tanpa batasan wilayah.

Kegiatan ini juga menggandeng MI Ma’arif Bojong sebagai mitra pendidikan untuk memperkuat pembelajaran agama yang terstruktur dan sesuai kebutuhan anak-anak.

Dalam program tersebut, peserta mendapatkan berbagai materi keagamaan, di antaranya pembelajaran Al-Qur’an yang mencakup baca tulis (tahsin) serta hafalan surat-surat pendek. Materi ini disampaikan oleh Nofianti, S.Pd.Si., yang berperan aktif dalam membimbing para santri agar mampu membaca Al-Qur’an dengan baik sekaligus menghafalnya secara bertahap.

Selain materi al-qur’an ada juga materi lainnya seperti aqidah, akhlak, fiqh, hafalan doa harian. Anak dikenalkan juga dengan kegiatan mujahadah dan juga ada pembelajaran hadroh yang merupakan daya tarik bagi anak-anak.

Kepala KUA Kapanewon Panjatan, H. Basit Rustami, S.Ag., menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap pembinaan generasi muda.
“Kami berharap kegiatan ‘Santri Akhir Pekan’ ini dapat menjadi wadah pembinaan karakter dan peningkatan pemahaman agama sejak dini. Kolaborasi ini juga menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran KUA di tengah masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu pengasuh Pondok Pesantren Al-Maunah, Umi Afifah, menambahkan bahwa kegiatan ini dirancang agar anak-anak merasa nyaman dalam belajar agama.
“Kami ingin menghadirkan suasana belajar yang menyenangkan, sehingga anak-anak tidak hanya memahami ilmu agama, tetapi juga mencintainya sejak kecil,” ungkapnya.

Program “Santri Akhir Pekan” ini juga selaras dengan visi dan misi Kementerian Agama Republik Indonesia dalam membangun masyarakat yang religius, moderat, dan berakhlak mulia. Melalui kegiatan ini, diharapkan terbentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam nilai-nilai spiritual dan moral.

Dengan sinergi antara KUA, pesantren, dan lembaga pendidikan formal, kegiatan ini diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat, khususnya dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan.(nof/dpj)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *