Program Pelita Madinahku, KUA Kalibawang Perkuat Pembinaan Keagamaan Masyarakat

Kulon Progo (KUA Kalibawang) — KUA Kalibawang kembali melaksanakan Program Pelita Madinahku sebagai upaya memperkuat pembinaan keagamaan masyarakat melalui kajian rutin dan tadarus Al-Qur’an, Rabu (22/4/2026).
Kegiatan ini menghadirkan penceramah Rujito dengan materi bertema “Enam Hal yang Merusak Hati Manusia” dan diikuti oleh jamaah serta pegawai KUA dalam suasana khidmat.
Acara diawali dengan tadarus Al-Qur’an yang dipimpin oleh Muhammad Rofiq, S.Sos.I., dengan pembacaan Surah Al-Insyiqaq. Kegiatan ini menjadi pembuka yang menambah kekhusyukan sekaligus mengingatkan pentingnya kedekatan dengan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam tausiyahnya, Rujito menyampaikan enam hal yang dapat merusak hati manusia, yakni berbuat dosa sambil berharap masih sempat bertaubat, gemar mencari ilmu tetapi tidak mengamalkannya, beramal tanpa keikhlasan, memakan rezeki dari Allah tetapi tidak bersyukur, tidak rida terhadap pemberian Allah, serta mengantar jenazah hingga ke makam namun tidak mengambil pelajaran atau i’tibar.
Ia menegaskan bahwa hati yang bersih menjadi kunci dalam membangun ketakwaan dan akhlak yang baik. “Ilmu, ibadah, dan rasa syukur harus berjalan seiring. Jangan sampai kita dekat dengan agama secara lahiriah, tetapi hati justru jauh dari nilai-nilai keikhlasan dan ketundukan kepada Allah,” ujarnya.

Melalui Program Pelita Madinahku, KUA Kalibawang terus menghadirkan ruang pembinaan spiritual yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Peran penyuluh agama dan tokoh keagamaan dalam kegiatan ini menjadi bagian penting dalam menjaga nilai-nilai keislaman serta memperkuat harmoni sosial di lingkungan masyarakat.
Kepala KUA Kalibawang Ibnu Kafid, S.H.I menyampaikan bahwa program tersebut merupakan bentuk komitmen KUA dalam pelayanan keagamaan nonadministratif. “KUA tidak hanya melayani urusan pencatatan nikah, tetapi juga hadir dalam pembinaan umat. Program seperti Pelita Madinahku menjadi sarana memperkuat pemahaman agama dan membangun karakter masyarakat yang religius,” ungkapnya. (akh/dpj)



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!