Tradisi Bersalaman Musera, Bangun Karakter Anak

Kulon Progo (Musera) – MI Muhammadiyah Serangrejo (Musera) menanamkan karakter akhlak mulia setelah upacara bendera usai. Yakni penghormatan kepada guru dan penguat hubungan yang harmoni antarmurid. Salah satunya dengan bersalaman setelah upacara bendera. Agenda tersebut terlaksana di madrasah setempat, Senin, (6/4/2026).
Kepala Madrasah, Sumarsih, M.S.I. sangat mendukung tradisi ini karena dapat membangun karakter anak. ”Bersalaman sangat bermakna dilakukan setelah upacara bendera. Karena dapat menanamkan nilai-nilai karakter (pembiasan) dan akhlakul karimah (sopan santun) bagi anak. Tradisi ini juga menjadi momen untuk meminta maaf dan memaafkan kesalahan. Selain itu juga membiasakan diri menjadi pribadi yang pemaaf. Sekaligus membentuk karakter religius dan disiplin di madrasah,” ujar Kamad.

Guru Musera, Wasidah, S.Pd.I. menjelaskan bahwa tradisi salaman dibiasakan sebagai upaya membangun keharmonisan. ”Tradisi bersalaman ini menjadi momen untuk mempererat hubungan antara guru dan murid. Guru-guru Musera sangat senang melihat murid-muridnya bersemangat mengikuti tradisi ini. Dengan diadakannya tradisi bersalaman ini setiap selesai upacara, Musera berharap dapat membentuk karakter murid-murid yang religius, disiplin, dan memiliki akhlak mulia. Semoga tradisi ini dapat terus berlanjut dan menjadi ciri khas Musera,” jelasnya.
Murid Musera, Nur Aisyah ikut aktif bersalaman merasa tentram karena terjaga keharmonisan antar sesama dan terhapus kesalahannya. ”Saya merasa senang dan lega setelah bersalaman dengan guru dan teman-teman. Saya merasa seperti diampuni dan diterima kembali,” katanya. (ist/abi).
#KementerianSemuaAgama
#MakinDigitalMenjangkauUmat



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!