Catatan Kecil di Pagi Iduladha

Oleh: Eva Dinda Aprilia

Siswa MTsN 2 Kulon Progo

Pisau itu tajam, tapi bukan untuk menyakiti.
Ia hanya alat untuk menguji seberapa dalam kita percaya.
Seperti Ibrahim dulu, kita juga disuruh melepas.
Bukan kambing, tapi keterikatan yang diam-diam menahan kita.

Mungkin yang harus kau sembelih hari ini
Bukan hewan di halaman,
Tapi rasa ingin menang sendiri,
Rasa dengki yang kau simpan diam-diam.

Setelah itu, bagi.
Bagi waktu, bagi senyum, bagi rezeki.
Karena kurban yang hidup itu yang membuat orang lain merasa lega.

Selamat Iduladha.
Semoga hati kita jadi lebih ringan setelahnya.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *