Guru dan Kepala MI Ma’arif Petet Ikuti Pertemuan Gugus 3 Samigaluh

Kulon Progo (MIMA Petet) – Kepala madrasah dan guru MI Ma’arif Petet menghadiri pertemuan rutin Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus 3 Samigaluh. Acara yang berlangsung Rabu (20/5/2026) siang ini digelar di SDN Ngargosari dengan fokus utama memperkuat kolaborasi dan melestarikan budaya lokal.
Diikuti oleh MI Ma’arif Petet, MI Muhammadiyah Nglinggo, SDN Ngargosari, SDN Ngaliyan, SDN Trayu, SDN Totogan, dan SDN Menggermalang.
Acara dibuka dengan sambutan penuh motivasi dari Pengawas SD Mistinah, S.Pd.
Ia menekankan pentingnya peran aktif seluruh elemen pendidikan untuk memajukan kualitas pembelajaran di wilayah Samigaluh. “Apa yang ada di gugus, mari kita dukung bersama. Berkolaborasi menjadi hal yang sangat baik. Terutama dalam berbagi praktik baik dan terus mengembangkan inovasi di sekolah/madrasah masing-masing,” ujar Mistinah.
Ia juga mengingatkan pentingnya meluangkan waktu demi meningkatkan kompetensi diri sebagai pendidik. Lebih lanjut, ia mengutip filosofi mendalam tentang tingkatan seorang pendidik. “Guru yang baik itu menjelaskan. Guru yang ulung mendemonstrasikan. Tetapi guru yang hebat adalah yang menginspirasi dan menginovasi,” tegasnya.
Ketua Gugus 3 Samigaluh, Suhartini, S.Pd. M.Pd. pada kesempatan ini secara resmi memperkenalkan jajaran pengurus gugus yang baru kepada seluruh peserta. Momentum ini sekaligus menandai dimulainya program pengimbasan berkala untuk menyebarkan ilmu dan metode pembelajaran terbaru agar merata di seluruh sekolah anggota gugus.
Memasuki sesi inti, peserta mendapatkan pembekalan diklat dari narasumber guru SDN Ngargosari, Utami Budiyati, S.Pd. Materi yang diangkat berfokus pada pembelajaran mendalam tentang bahasa Jawa. Meliputi penulisan aksara Jawa, tata bahasa baku, serta teknik membaca dongeng bahasa Jawa.
Tidak hanya itu, peserta juga diajak mendalami seni Macapat tingkat SD, memahami karakter filosofi di balik tembang Macapat, serta seni menulis dan membaca Gurit (puisi bahasa Jawa).
Utami menekankan bahwa kunci keberhasilan materi ini adalah menciptakan pembelajaran yang menggembirakan bagi siswa. Beberapa metode kreatif yang dibagikan meliputi: Bernyanyi, yakni mengubah nama murid menjadi lirik lagu edukatif. Media Visual dengan menggunakan permainan tebak foto lewat media. Ekspresi Guru yang menuntut guru tampil ekspresif saat bercerita dan melatih siswa menjawab pertanyaan menggunakan gaya atau gerakan tubuh. Kemudian Variasi Kelas, melalui penayangan video motivasi yang diselingi dengan permainan edukatif (ice breaking) agar siswa tidak jenuh.
Pertemuan yang berlangsung interaktif ini mendapat respons yang sangat positif dari Kepala MI Ma’arif Petet Suriyatun, S.Pd.I. M.Pd.
para guru yang hadir. “Guru hebat adalah guru yang terus belajar. Melalui optimalisasi KKG, kita tingkatkan kompetensi profesionalisme guru demi menciptakan pembelajaran yang kreatif, menyenangkan, dan berpihak pada murid,” kata Suriyatun.
Guru klas VI MI Ma’arif Petet, Untung Sugiyarto, S.Pd. mengaku tertarik dengan kegiatan tersebut. “Pertemuan ini menarik dan sangat bermanfaat bagi kemajuan dunia pendidikan,” ungkapnya.
Kegiatan ini diharapkan mampu memicu para guru di Gugus 3 Samigaluh, termasuk MI Ma’arif Petet untuk langsung mengaplikasikan metode pembelajaran kreatif tersebut di kelas mereka masing-masing. (unt/abi).
#KementerianSemuaAgama
#MakinDigitalMenjangkauUmat



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!