Kolaborasi KUA Pengasih dan PKH Edukasi Kesehatan Fisik, Psikis, hingga Ramah Lingkungan

Kulon Progo (KUA Pengasih) – Kali ini SIKAP BAIK (Sinergi KUA dan PKH Berdaya Adaptif Inklusif) dalam Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH di Jombokan 1, Pengasih, berlangsung menarik dan kaya akan manfaat. Kegiatan yang digelar pada Senin (11/5/2026) di kediaman Ibu Sempruk ini secara khusus memadukan edukasi kesehatan mental spiritual dari sudut pandang agama sekaligus edukasi kesehatan lingkungan praktis bagi rumah tangga.

Hadir sebagai narasumber dari KUA Pengasih, Muhammad Munawir, S.Ag., menyampaikan materi yang cukup unik dan mencuri perhatian warga, yakni keterkaitan antara sifat buruk atau penyakit hati dengan kesehatan fisik seseorang (psikosomatis).

“Dalam pandangan Islam dan dunia medis modern, kesehatan fisik itu sangat dipengaruhi oleh kondisi psikis dan hati kita. Sifat-sifat buruk yang terus dipelihara tanpa sadar bisa memicu berbagai penyakit fisik,” jelas Munawir.

Ia mencontohkan beberapa korelasi yang sering terjadi di masyarakat. “Orang yang memiliki sifat serakah atau selalu merasa kurang, secara psikologis terus berada dalam kondisi stres yang bisa mengacaukan metabolisme tubuh, sehingga berpotensi memicu diabetes. Begitu pula mereka yang gampang mengeluh, biasanya asam lambungnya mudah naik sehingga sering sakit perut. Bahkan, kebiasaan gemar menggunjing atau ghibah yang menciptakan aura negatif dan kecemasan, dalam beberapa pendekatan psikosomatis juga bisa berdampak pada kesehatan kulit,” urainya secara komunikatif.

Sementara itu, dari pihak pendamping PKH, Emi Listiawati, S.Pd, pertemuan minggu ini melengkapinya dengan edukasi penting mengenai penggunaan wadah plastik yang sehat dan aman untuk rumah tangga berdasarkan kode angkanya. Warga diajak untuk lebih teliti melihat simbol segitiga di bawah wadah plastik sebelum menggunakannya berulang kali.

Emi mengingatkan bahwa plastik dengan kode angka 1 (PET/PETE) seperti botol air mineral kemasan, hanya boleh digunakan sekali pakai. Untuk wadah makanan atau botol minum yang aman digunakan berulang kali (reuseable), masyarakat disarankan memilih plastik dengan kode angka 5 (PP atau Polypropylene) karena paling aman dan tahan panas, atau kode angka 2 (HDPE) dan 4 (LDPE). Edukasi ini penting agar KPM PKH terhindar dari bahaya migrasi zat kimia pemicu kanker ke dalam makanan keluarga.

Merespons kolaborasi yang sangat komprehensif ini, Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga H., S.H.I., M.S.I., memberikan statement dukungannya secara penuh. Ia menilai sinergi ini sukses menyentuh aspek kesehatan lahir dan batin masyarakat.

“Kami di KUA Pengasih sangat mendukung model edukasi yang holistik seperti ini. Melalui P2K2 di Jombokan 1, kita bisa melihat bahwa menjaga kesehatan itu harus menyeluruh. Pak Munawir mengingatkan kita untuk menjaga kesehatan batin dengan menjauhi sifat buruk seperti serakah dan ghibah, sementara pendamping PKH mengedukasi kesehatan fisik melalui pemilihan plastik yang aman bagi keluarga. Inilah esensi dari keluarga sakinah, yaitu keluarga yang sehat lahirnya, bersih batinnya, dan cerdas dalam mengelola rumah tangga,” ujar Rangga.

Pertemuan di rumah Ibu Sempruk ini diakhiri dengan antusiasme tinggi dari para ibu-ibu KPM PKH yang kini lebih sadar untuk menjaga lisan, menjaga hati, sekaligus lebih jeli dalam memilih wadah plastik di dapur mereka.(lua/mel)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *