KUA Panjatan Gelar Dialog Kerukunan Umat Beragama, Perkuat Moderasi Beragama di Tingkat Sektoral

Kulon Progo (KUA Panjatan) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kapanewon Panjatan menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan Dialog Kerukunan Umat Beragama Kabupaten Kulon Progo pada Jum’at (22/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di aula KUA Kapanewon Panjatan mulai pukul 08.30 hingga 11.00 WIB ini, mengusung tema “Guyub Rukun dalam Kebhinekaan, Bersama Membangun Masyarakat yang Harmonis.” Acara berjalan dengan khidmat dan menghasilkan komitmen bersama dalam menjaga kondusivitas wilayah.
Acara yang dipandu oleh Kartiwin, S.Pd.I., M.S.I., selaku Master of Ceremony (MC) ini berjalan dengan tertib dan dinamis. Pertemuan tersebut dihadiri oleh jajaran penting Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kulon Progo, lintas sektoral, serta tokoh masyarakat. Hadir mewakili Kepala Kankemenag Kulon Progo, Bp Iwan Susilo, S.H., didampingi oleh Bimas Islam, Bp Muhlisin Purnomo, S.Th.I., M.Pd.I. Suasana kebersamaan semakin kental dengan hadirnya para Penyuluh Agama Kristen dan Katolik, unsur pimpinan lintas sektoral Kapanewon Panjatan, Tokoh Masyarakat (Tomas), perwakilan Organisasi Kemasyarakatan, serta jajaran pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat.
Kepala KUA Kapanewon Panjatan, H. Basid Rustami, S.Ag., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas terselenggaranya dialog ini di wilayah Panjatan.

“Kami sangat mengapresiasi dan menyambut baik kegiatan dialog ini. Sesuai dengan tema yang diusung, KUA bukan hanya milik satu golongan, tetapi merupakan rumah bersama yang inklusif untuk merajut kebersamaan. Kehadiran seluruh elemen agama dan tokoh masyarakat hari ini adalah bukti nyata komitmen kita untuk tetap guyub rukun dalam kebhinekaan di Panjatan,” ujar Basid.
Memasuki acara inti, diskusi dipandu secara interaktif oleh Mufti Amri, S.H.I., selaku moderator. Materi utama mengenai Kerukunan Umat Beragama disampaikan secara gamblang oleh Narasumber, Bp Muhlisin Purnomo, S.Th.I., M.Pd.I.
Dalam paparannya, Bp Muhlisin menekankan pentingnya esensi dari tema dialog, yaitu bagaimana mewujudkan masyarakat yang harmonis melalui deteksi dini potensi konflik, pemeliharaan toleransi di tingkat akar rumput, serta optimalisasi peran penyuluh agama. Dialog ini juga menjadi ruang bagi para peserta untuk saling bertukar gagasan dalam mengedukasi masyarakat agar selalu menghormati perbedaan di tengah kehidupan berbangsa.
Pelaksanaan Dialog Kerukunan ini berkaitan erat dan menjadi wujud nyata dari salah satu Program Prioritas Kementerian Agama RI, yaitu Penguatan Moderasi Beragama dan revitalisasi peran KUA.

Kementerian Agama berkomitmen menjadikan KUA sebagai pusat layanan keagamaan yang tidak hanya mengurusi administrasi atau pernikahan umat Islam semata, tetapi juga menjadi simpul moderasi, edukasi, dan perekat kerukunan antarumat beragama di tingkat kecamatan (Kapanewon). Melalui dialog lintas iman yang menekankan kebersamaan ini, KUA Panjatan sukses mengejawantahkan program pusat ke dalam aksi nyata yang berdampak langsung pada kedamaian masyarakat lokal.
Dengan sinergi yang kuat antara Kemenag, pemerintah kapanewon, penyuluh lintas agama, dan tokoh masyarakat, diharapkan nilai-nilai toleransi di wilayah Kulon Progo, khususnya Kapanewon Panjatan, dapat terus terjaga dengan baik. (win/mel)



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!