Penyuluh KUA Kalibawang Dampingi Keluarga Risiko Stunting demi Generasi Berkualitas

Kulon Progo (KUA Kalibawang) — Penyuluh Agama KUA Kalibawang turut mendampingi kegiatan kunjungan keluarga risiko stunting yang dilaksanakan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kapanewon Kalibawang bersama Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera (PPKS), Jumat (8/5/2026), di Kalurahan Banjaroya, Kalibawang. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kolaboratif lintas sektor dalam percepatan penurunan angka stunting melalui pendekatan edukatif dan pendampingan keluarga.
Tim melakukan kunjungan kepada empat keluarga risiko stunting, yakni Niatun Chasanah di Tanjung, Banjaroya; Widi Astanti di Tonogoro, Banjaroya; Fitri Nur Janah di Tonogoro, Banjaroya; serta Alifia Puji Rohimah di Semawung, Banjaroya. Dalam kunjungan tersebut, tim memantau kondisi keluarga sekaligus memberikan edukasi terkait pola asuh, kesehatan, dan penguatan ketahanan keluarga.

Hadir dalam kegiatan tersebut Panewu Anom Kalibawang Haryanto, S.Sos., M.AP., Koordinator PLKB Ir. Sudarmi, Sigit Nur Cahya, S.I.Kom., penyuluh KUA Akhiru Nurul Umah.,S Sos I, M.S.I, Jogoboyo Banjaroya Iswanto, serta Tim Pendamping Keluarga (TPK) Kalurahan Rumiyatun.
Dalam kegiatan itu, Penyuluh Agama KUA Kalibawang memberikan penguatan nilai-nilai keagamaan dan edukasi keluarga sakinah kepada masyarakat penerima pendampingan. Pendekatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran keluarga mengenai pentingnya pola hidup sehat, pengasuhan anak, dan keharmonisan rumah tangga sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting.
Panewu Anom Kalibawang, Haryanto, S.Sos., M.AP., mengatakan bahwa percepatan penurunan stunting membutuhkan sinergi seluruh unsur pemerintah dan masyarakat.
“Pendampingan harus dilakukan secara berkelanjutan agar keluarga mendapatkan edukasi dan perhatian yang tepat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala KUA Kalibawang, Ibnu Kafid, S.H.I., mengapresiasi keterlibatan penyuluh agama dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, KUA memiliki tanggung jawab sosial dalam mendukung pembangunan keluarga yang sehat dan berkualitas.
“Penyuluh agama tidak hanya memberikan layanan keagamaan, tetapi juga hadir dalam penguatan ketahanan keluarga sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting,” katanya.
Melalui kegiatan ini, sinergi antara TPPS, PPKS, KUA, dan pemerintah kalurahan diharapkan semakin memperkuat pendampingan keluarga guna menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas. (akh/mel)



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!