Sentuh Sanubari Lansia, KUA Pengasih Ingatkan Pentingnya Husnudzon kepada Allah SWT

Kulon Progo (KUA Pengasih) – Masa tua merupakan fase keemasan untuk lebih mendekatkan diri, memperbanyak hamba bersyukur, serta memperbanyak amal ibadah. Semangat inilah yang melandasi kegiatan pembinaan mental spiritual dalam bingkai Posyandu Lansia di Dusun Jamus, Kapanewon Pengasih, pada Rabu (13/5/26).
Kegiatan rutin yang memadukan layanan kesehatan fisik dan rohani ini menghadirkan narasumber dari Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Pengasih, Muhammad Munawir, S.Ag. Di hadapan jamaah lansia yang hadir, Munawir menyampaikan materi reflektif yang mendalam dengan tema “Salah Sikap terhadap Allah SWT”.
Dalam tausiyahnya yang disampaikan secara sejuk dan santun, Munawir mengajak para lansia untuk mengoreksi kembali bagaimana cara mereka menyikapi setiap ketetapan dan takdir dari Sang Pencipta dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, ada beberapa kekeliruan sikap yang tanpa sadar sering dilakukan oleh seorang hamba kepada Allah SWT. Pertama adalah sikap mudah berburuk sangka (su’udzon) kepada Allah ketika diberi ujian berupa sakit atau penyusutan rezeki di usia senja. Kedua, sikap berputus asa dari rahmat-Nya, dan yang ketiga adalah kurangnya rasa syukur atas limpahan nikmat umur yang masih diberikan.
“Bapak, Ibu, para simbah yang dirahmati Allah, salah satu salah sikap kita kepada Allah adalah ketika kita merasa dianaktirikan oleh takdir. Saat fisik mulai melemah atau anak-cucu jarang berkunjung, jangan sampai hati kita mengeluh dan menyalahkan Allah. Di usia senja ini, sikap terbaik kita adalah husnudzon (berbaik sangka) dan memperbanyak ridha atas segala ketetapan-Nya. Karena setiap rasa sakit yang kita sabari di usia tua, itu adalah penggugur dosa-dosa kita di masa lalu,” ujar Munawir menyejukkan hati para hadirin.

Kegiatan Posyandu Lansia yang berlangsung penuh khidmat ini mendapat perhatian khusus dari Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga H., S.H.I., M.S.I. Dalam statemen resminya, beliau menegaskan bahwa KUA Pengasih berkomitmen penuh untuk hadir memberikan pendampingan psikologis dan spiritual di setiap lapisan usia masyarakat, termasuk para lansia. “Kami di KUA Pengasih memandang bahwa para lansia di Dusun Jamus ini adalah pilar keberkahan wilayah kita. Oleh karena itu, pendampingan melalui Posyandu Lansia ini sangat penting. Melalui materi yang disampaikan oleh Munawir, kita ingin mengetuk hati kita semua agar di usia senja, orientasi hidup kita adalah ketenangan batin. Menghindari ‘salah sikap’ kepada Allah dan menggantinya dengan sikap berserah diri (tawakkal) serta penuh syukur akan melahirkan khusnul khatimah. Lansia tidak hanya butuh sehat fisiknya secara medis, tetapi juga harus bahagia dan damai jiwanya,” tegas Rangga.
Acara yang dimulai sejak pagi hari ini berjalan lancar. Usai mendapatkan pemeriksaan kesehatan fisik dari petugas medis, para lansia mengaku sangat terkesan dan merasa lebih tenteram setelah mendapatkan siraman rohani yang menguatkan tauhid dan keimanan mereka dalam menjalani masa tua.(lua/mel)



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!