Sinergi Pusaka Sakinah di Tawangsari: KUA Pengasih Ajak Kader Kesehatan Terapkan Prinsip Kerja Profesional dan Ikhlas

Kulon Progo (KUA Pengasih) – Kantor Urusan Agama (KUA) Pengasih terus memperkuat perannya di masyarakat melalui program Pusaka Sakinah (Pusat Layanan Keluarga Sakinah). Kali ini, program tersebut hadir menyapa para kader kesehatan di Balai Kalurahan Tawangsari pada Senin (25/5/2026), guna menyelaraskan peran sosial kemasyarakatan dengan nilai-nilai spiritual keagamaan.
Kegiatan strategis ini dihadiri oleh Kamituwa Tawangsari, Ibu Kartini, perwakilan Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB), Ibu Sumiati, serta Ibu Kunti Sholikatin, A.Md.Keb., dari Puskesmas 2 Pengasih. Sinergi lintas sektor ini menegaskan komitmen bersama dalam membangun ketahanan keluarga yang sehat dan religius di tingkat kalurahan.
Penyuluh Agama Islam KUA Pengasih, Muhammad Munawir, S.Ag., bertindak sebagai narasumber utama dalam forum tersebut. Di hadapan para kader, beliau memaparkan materi mendalam mengenai etos kerja dan pengabdian masyarakat yang dipandang dari sudut pandang hukum Islam.
Munawir menekankan bahwa mengurus kesehatan masyarakat dan membina keluarga adalah tugas mulia yang nilai ibadahnya sangat besar jika dikelola dengan manajemen yang benar.
“Dalam Islam, segala aktivitas dan pekerjaan sosial seperti yang dilakukan para kader ini harus senantiasa dilandasi dengan niat yang ikhlas karena Allah SWT. Tidak hanya itu, pekerjaan juga harus dilakukan secara profesional, bersungguh-sungguh, disesuaikan dengan kapasitas atau kemampuan, serta diserahkan kepada ahlinya agar membuahkan hasil yang maslahat bagi umat,” jelas Munawir.

Pemaparan tersebut diperkuat dengan penyampaian dari perwakilan Puskesmas 2 Pengasih dan PLKB yang menyelaraskan materi keagamaan dengan indikator capaian kesehatan keluarga, termasuk penguatan program KB dan pemantauan tumbuh kembang anak di wilayah Tawangsari.
Dihubungi secara terpisah, Kepala KUA Pengasih Yusma Alam Rangga H., S.H.I, M.S.I, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kolaborasi aktif antara Penyuluh Agama, jajaran pemerintah kalurahan, dan instansi kesehatan. Beliau menyatakan bahwa pembekalan aspek spiritual sangat penting bagi para pejuang kemanusiaan di lapangan.
“Para kader kesehatan adalah ujung tombak pelayanan di masyarakat. Melalui bimbingan Pusaka Sakinah ini, kami ingin memastikan bahwa kerja keras mereka di lapangan tidak hanya bernilai formalitas, melainkan menjadi ladang pahala yang didasari profesionalisme tinggi. Ketika aspek keagamaan dan kesehatan berpadu, maka ketahanan keluarga sakinah akan lebih mudah terwujud,” tegas Rangga.
Melalui momentum ini, para kader yang hadir menyatakan kesiapannya untuk mengintegrasikan nilai-nilai keikhlasan dan profesionalisme Islam dalam setiap aksi sosial yang mereka lakukan di tengah warga Tawangsari.(lua/mel)



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!