Teduh di Tengah Terik

Agnethasaqib Balqis Budiyana
Siswa MTsN 4 Kulon Progo
Panas terik memeluk Pegunungan Menoreh,
Langit berdiri biru tanpa awan singgah.
Angin siang berjalan pelan,
Membawa debu jalanan dan aroma tanah kering.
Dari depan rumah,
Kulihat bapak-bapak melangkah satu per satu,
Bersarung rapi, berpeci sederhana,
Menuju masjid di ujung jalan desa.
Tak banyak kata,
Hanya langkah yang tenang
Dan peluh yang jatuh diam-diam
Di bawah matahari hari Jumat.
Azan menggema menyentuh bukit,
Seakan Menoreh ikut bersujud bersama mereka.
Dan di tengah panas yang menyala itu,
Aku melihat teduh berjalan perlahan menuju rumah Tuhan.



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!