Jaga Kondusivitas Wilayah, Imigrasi Kulon Progo Bentuk Tim PORA

Kulon Progo (KUA Temon) — Dalam rangka meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan terhadap keberadaan serta kegiatan warga negara asing (WNA), Kantor Imigrasi Kelas II TPI Kulon Progo menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) sekaligus Pembentukan Tim Pengawasan Orang Asing (Tim PORA) tingkat Kapanewon Temon. Acara ini berlangsung khidmat pada Kamis (11/6/2026) bertempat di Rumah Makan (RM) Bu Baha, Temon.

Mengusung tema “Bersama Mengawasi untuk Wilayah Aman dan Nyaman”, kegiatan ini dihadiri oleh berbagai stakeholder kunci di wilayah Kapanewon Temon. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menegaskan komitmen bersama dalam menjaga stabilitas dan keamanan lokal.

Rapat koordinasi ini dihadiri langsung oleh Panewu Temon, Rusdi Suwarno, S.I.P., yang didampingi oleh 2 orang pendamping. Turut hadir pula unsur jajaran dari Koramil Temon dan Polsek Temon.

Selain unsur keamanan dan pemerintahan umum, jajaran Kantor Urusan Agama (KUA) Temon juga ambil bagian secara aktif. Kepala KUA Temon, Marqum Muh Zumarodin, S.Pd.I., hadir langsung dengan didampingi oleh seorang pegawai, Widiyanto, serta satu orang Penyuluh Agama Islam, Yuni Lestari, S.Th.I.

Dalam kegiatan tersebut, selain peresmian pembentukan Tim PORA, juga disampaikan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) tim sebagai wadah koordinasi lintas instansi dalam pengawasan orang asing.

Adapun beberapa tugas utama Tim PORA Kapanewon Temon meliputi pelaksanaan rapat koordinasi secara berkala, pertukaran data dan informasi terkait keberadaan serta aktivitas orang asing, serta pemberian saran dan rekomendasi kepada instansi terkait dalam rangka pengawasan orang asing.

Pembentukan Tim PORA di tingkat kapanewon (kecamatan) ini dinilai sangat krusial, mengingat Temon merupakan wilayah strategis yang menjadi pintu gerbang internasional di Kulon Progo. Tim ini dirancang sebagai langkah konkret deteksi dini early detection dan cegah dini (early warning) terhadap berbagai potensi pelanggaran hukum, termasuk kejahatan perdagangan orang (human trafficking) yang kerap melibatkan jaringan lintas negara.

Dengan adanya pengawasan yang berlapis dan terintegrasi hingga ke level akar rumput, diharapkan kenyamanan warga lokal tetap terjaga tanpa mengabaikan keramahan terhadap investasi dan pariwisata yang legal.

Acara yang berlangsung hangat dan produktif tersebut diakhiri dengan sesi diskusi interaktif guna merumuskan langkah taktis ke depan, serta ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol soliditas antarinstansi di Kapanewon Temon. (yun/mel)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *