Kaji Kitab Arba’in Nawawi, KUA Lendah Tingkatkan Literasi Keagamaan

Kulon Progo (KUA Lendah) – Bertempat di Harjuno Playgroup & Swiming pool Kokap Kulon Progo, penyuluh agama Kapanewon Lendah, Alfaenawan, S.H memberi kajian Kitab Arba’in Nawawi mengenai Pilar Keagamaan Islam pada Selasa (02/6/2026) pagi.

Kajian bulanan ini menggunakan Kitab Arba’in Nawawi karangan Syaikh Abu Zakariya Muhyiddin Yahya bin Syaraf bin Muri An-Nawawi yang merupakan kitab hadis dasar yang banyak dikaji di berbagai pondok pesantren salaf berisi 40 hadis shahih yang masyhur (pilihan) yang seringkali dijadikan dasar penetapan hukum islam.

Kajian kitab dalam pokjaluh ini adalah program yang bertujuan untuk meningkatkan wawasan, kompetensi penyuluh dalam keagamaan keislaman, serta saling mengingatkan dalam kebaikan.

Alfaenawan mengawali kajian berkaitan dengan rukun islam, “Pada dasarnya islam dibangun atas lima pilar utama, yang kita kenal dengan rukun islam. Seseorang yang belum memenuhi rukun islam, maka ia belum menjadi muslim yang utuh. Hadist ketiga ini sebetulnya masih berkaitan dengan hadist yang kedua sebagaimana diisi di bulan kemarin,” ungkapnya.

“Rukun islam ada lima perkara: pertama syahadat, kedua menegakkan salat, ketiga zakat, keempat puasa ramadhan, dan yang terakhir haji. Lima perkara ini sebetulnya sudah ada syariat-syariat sebelum islam datang, seperti salat, puasa sudah ada di Nabi Musa, Nabi Isa dan sebagainya. Dalam sebuah syair disebutkan ‘Ibarotuna syatta wahusnuka wahid, wakullu ila dzakal-jamali yasiir’ (bahasa kita beranekaragam, namun keindahaan itu cuma satu, dan semuanya menuju keindahan yang tunggal tersebut). Wal-hasil Islam menyempurnakan syari’at yang ada sebelumnya,” imbuhnya.

Hadir juga sebagai narasumber pembinaan penyuluh, H.M Wahib Jamil, M.Pd selaku Kankemenag Kulon Progo, ia menyampaikan pesan-pesan menteri agama. “Penyuluh agama sebagai garda terdepan dalam masyarakat hendaknya bisa memberikan pengaruh positif, bisa berkontribusi di masyarakat untuk meningkatkan pemahaman keagamaannya, ” pungkasnya.

Ditemui di ruang kerjanya, Kepala KUA Lendah, Zamroni, S.Ag., M.S.I turut mengapresiasi sinergi KUA dalam berbagai kegiatan kegamaan, “Kami turut mendukung sinergitas KUA dengan kegiatan Pokjaluh Kulon Progo, kami berharap dengan adanya kajian kitab ini dapat menambah kesadaran kita sebagai aparatur negara untuk senantiasa mengupgrade pengetahuan keagamaan kita, ” pungkasnya. (ags/alf/mel).

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *