Kepala MAN 3 Kulon Progo menjadi Juri dan Pembimbing Anugerah GTK Kemenag Kulon Progo

Kulon Progo (MAN 3 KP) – Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Kulon Progo, Nurhayanti, S.Pd., M.Sc., mendapat kepercayaan untuk menjadi juri dalam ajang Anugerah Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Kabupaten Kulon Progo. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (9/06/2026) di Gedung Riptaloka Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kulon Progo tersebut merupakan bagian dari upaya Kementerian Agama dalam memberikan apresiasi kepada guru dan tenaga kependidikan madrasah yang memiliki prestasi, inovasi, serta dedikasi tinggi dalam dunia pendidikan.

Pada kesempatan tersebut, Kepala MAN 3 Kulon Progo bertugas sebagai juri untuk kategori Guru dan Tenaga Kependidikan tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI). Proses penilaian tahap awal dilaksanakan secara daring pada Senin (8/6/2026) melalui penelaahan berbagai dokumen yang telah diunggah peserta ke Google Drive panitia sesuai dengan petunjuk teknis (juknis) yang berlaku.

Dokumen yang dinilai meliputi karya video, feature atau tulisan profil peserta, portofolio prestasi, inovasi pembelajaran, serta berbagai persyaratan administrasi lainnya. Seluruh karya dan dokumen peserta ditelaah secara cermat oleh tim juri berdasarkan indikator penilaian yang telah ditetapkan.

Nurhayanti, S.Pd., M.Sc., menjelaskan bahwa proses penjurian dilakukan secara objektif dan profesional guna memperoleh peserta terbaik yang layak mewakili Kabupaten Kulon Progo pada tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

“Penilaian dilakukan berdasarkan kualitas karya, inovasi yang dikembangkan, dampaknya terhadap peserta didik maupun lembaga, serta kelengkapan administrasi sesuai ketentuan dalam juknis. Seluruh peserta telah menunjukkan kemampuan dan kreativitas yang luar biasa,” ungkapnya.

Dari hasil penilaian administrasi dan karya yang dilakukan secara daring, ditetapkan peserta dengan nilai tertinggi sebagai Juara 1 pada masing-masing kategori. Selanjutnya, para peraih Juara 1 mengikuti presentasi terbuka di hadapan seluruh dewan juri dan peserta Anugerah GTK.

Pada sesi presentasi tersebut, peserta memaparkan karya, pengalaman, inovasi, dan berbagai praktik baik yang telah dilakukan di madrasah masing-masing. Dewan juri kemudian memberikan penilaian lanjutan sekaligus umpan balik konstruktif untuk meningkatkan kualitas penampilan peserta.

Lanjutnya ia menjelaskan tidak hanya melakukan penilaian, para juri juga memberikan berbagai masukan terkait teknik presentasi, penyempurnaan bahan tayang, penguatan isi feature, serta kelengkapan dokumen pendukung yang diperlukan untuk menghadapi kompetisi pada jenjang berikutnya.

“Presentasi terbuka ini bukan sekadar ajang penilaian, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bersama. Peserta mendapatkan berbagai masukan yang dapat digunakan untuk menyempurnakan karya dan penampilannya sebelum maju ke tingkat DIY,” jelasnya.

Menariknya, peran dewan juri dalam Anugerah GTK tidak berhenti pada proses penilaian. Para juri juga bertindak sebagai pembimbing dan pendamping bagi para pemenang yang akan mewakili Kabupaten Kulon Progo pada ajang Anugerah GTK tingkat DIY.
Proses pembimbingan dilakukan secara terbuka dan kolaboratif. Setiap peserta diberikan kesempatan untuk berkonsultasi dengan juri mana pun guna memperoleh masukan terbaik dalam mempersiapkan diri menghadapi seleksi tingkat provinsi. Pendampingan mencakup penyempurnaan materi presentasi, penguatan substansi karya, pengembangan feature, hingga strategi penyampaian saat tampil di hadapan dewan juri tingkat DIY.

Para juri yang terlibat dalam kegiatan ini merupakan sosok-sosok berpengalaman yang berasal dari unsur kepala madrasah, guru, dan pengawas madrasah. Sebagian besar di antaranya pernah meraih prestasi hingga tingkat nasional sehingga memiliki pengalaman yang dapat dibagikan kepada para peserta.

Imbuhnya, dengan sistem pembimbingan yang terbuka dan intensif tersebut, diharapkan para peserta terbaik dari Kabupaten Kulon Progo dapat tampil lebih maksimal pada ajang Anugerah GTK tingkat DIY.
“Kami berharap perwakilan dari Kulon Progo mampu meraih prestasi terbaik di tingkat DIY. Lebih dari itu, semoga dapat menjadi duta DIY pada ajang Anugerah GTK tingkat nasional dan berhasil mengharumkan nama Daerah Istimewa Yogyakarta serta madrasah di tingkat nasional,” harap Kepala MAN 3 Kulon Progo.

Keikutsertaan Kepala MAN 3 Kulon Progo sebagai juri dalam Anugerah GTK Kementerian Agama ini menjadi bentuk kontribusi nyata dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan madrasah. Melalui proses seleksi, pembimbingan, dan pendampingan yang berkelanjutan, diharapkan akan lahir guru dan tenaga kependidikan madrasah yang inspiratif, inovatif, dan mampu menjadi teladan bagi dunia pendidikan Indonesia. (Syl)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *