KUA Pengasih dan PKH Perkuat Edukasi Cegah Bullying dan Muhasabah Hijriah Lewat SIKAP BAIK

Kulon Progo (KUA Pengasih) – KUA Pengasih dan Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) berkomitmen penuh dalam mengawal isu-isu kesejahteraan keluarga dan perlindungan anak. Melalui program inovatif SIKAP BAIK (Sinergi KUA dan PKH, Berdaya Agamis Inklusif), pertemuan terpadu digelar untuk membekali Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Dusun Gletak, Kalurahan Kedungsari, Kapanewon Pengasih, pada Jumat (19/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung di kediaman Sutarni, RT 037, ini dimulai pukul 10.00 WIB, menghadirkan edukasi psikososial dari Pendamping PKH Eny Puri Rahayu, serta bimbingan mental-spiritual dari Penyuluh Agama Islam KUA Pengasih, Muhammad Musodiqin, S.Sos.
Dalam paparannya, Eny Puri Rahayu mengangkat tema “Dampak Fatal bagi Korban Bullying”. Ia mengingatkan bahwa perundungan, baik verbal maupun fisik, dapat menghancurkan masa depan anak dari tiga aspek utama. Pertama, kesehatan mental, berupa risiko depresi berat, gangguan kecemasan, krisis kepercayaan diri, hingga tindakan menyakiti diri sendiri dan bunuh diri. Kedua, akademik, yakni stres berkepanjangan akibat trauma yang membuat konsentrasi belajar menurun, nilai rapor merosot, serta anak menjadi malas bahkan takut pergi ke sekolah. Ketiga, sosial, di mana anak cenderung menarik diri dari lingkungan pergaulan dan merasa terisolasi.
“Orang tua harus peka terhadap perubahan perilaku anak. Rumah harus menjadi tempat paling aman dan nyaman agar anak terhindar dari dampak fatal perundungan ini,” tegas Eny.
Menyambung pentingnya menjaga lingkungan keluarga yang sehat, Musodiqin mengajak peserta memanfaatkan momentum Tahun Baru Hijriah sebagai ajang introspeksi diri atau muhasabah.

Ia mengutip hadis riwayat Al-Hakim yang menggambarkan tiga golongan manusia dalam menjalani waktu: mereka yang harinya lebih baik dari hari kemarin tergolong beruntung, yang harinya sama saja dengan kemarin tergolong merugi, dan yang harinya lebih buruk dari kemarin tergolong dalam kerugian besar.
Musodiqin mengajak para ibu KPM PKH untuk berhijrah dari pola asuh atau kebiasaan lama yang kurang baik, menuju pola komunikasi keluarga yang penuh kasih sayang dan saling menghargai.
Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga H., S.H.I., M.S.I., melalui pesan singkatnya memberikan perhatian khusus pada kolaborasi SIKAP BAIK di Dusun Gletak ini. Ia menekankan bahwa penanganan isu bullying harus dimulai dari penguatan nilai agama di dalam rumah.
“Isu perundungan ini tidak boleh kita sepelekan karena dampaknya nyata merusak mental generasi penerus. Di sinilah pentingnya spirit hijrah yang dibawa oleh program SIKAP BAIK. KUA dan PKH hadir untuk mengingatkan bahwa berhijrah berarti mendidik anak dengan kasih sayang, bukan dengan kekerasan atau makian. Ketika orang tua mampu melakukan muhasabah dan memperbaiki pola asuh di rumah, kita sedang memutus mata rantai bullying di masyarakat dan menyelamatkan masa depan anak-anak kita,” katanya.
Pertemuan diakhiri dengan komitmen bersama warga dan kader KPM yang hadir untuk menciptakan lingkungan ramah anak yang bebas dari segala bentuk perundungan. Para ibu sepakat untuk lebih komunikatif dalam mendengarkan cerita anak sehari-hari serta saling menjaga keharmonisan antartetangga demi mendukung tumbuh kembang anak secara inklusif dan sehat di wilayah Kedungsari. (lua/mel)



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!