Lewat Kajian Badko, KUA Panjatan Dorong Penguatan Mental Organisasi

Kulon Progo (KUA Panjatan) — Kantor Urusan Agama (KUA) Kapanewon Panjatan terus memperkuat peran pembinaan keagamaan di masyarakat melalui keterlibatan aktif penyuluh agama dalam berbagai ruang edukasi dan penguatan organisasi. Komitmen tersebut diwujudkan melalui partisipasi Penyuluh Agama Islam KUA Panjatan sebagai narasumber pada Kajian Rutin Badan Koordinasi (BADKO) Galur yang digelar di Dusun Kempleng, Kapanewon Galur, Kabupaten Kulon Progo, pada Senin (22/06/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 19.30 WIB tersebut diikuti oleh jajaran pengurus dan anggota organisasi dengan penuh antusias. Kajian menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan spiritual bagi para pengurus dalam menjalankan amanah organisasi.
Hadir sebagai narasumber, Penyuluh Agama Islam KUA Panjatan, Kartiwin, S.Pd.I., M.S.I., yang juga mendapat amanah sebagai Ketua BADKO Galur. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan materi bertema “Pentingnya Sabar dan Ikhlas dalam Menjalankan Tugas Organisasi.”
Kartiwin menjelaskan bahwa organisasi keagamaan maupun kemasyarakatan memerlukan keteguhan mental, kemampuan menjaga komitmen, serta keikhlasan dalam menjalankan setiap amanah.
Menurutnya, sikap sabar diperlukan agar pengurus mampu menghadapi dinamika organisasi secara bijaksana, sedangkan keikhlasan menjadi fondasi agar setiap langkah yang dilakukan tetap bernilai ibadah dan memberi manfaat bagi masyarakat.
“Berorganisasi bukan sekadar menjalankan program kerja, tetapi juga proses membentuk keteguhan hati, menjaga niat, serta menghadirkan kemaslahatan bagi sesama. Ketika dijalankan dengan sabar dan ikhlas, setiap tugas akan menjadi bagian dari pengabdian,” ungkapnya.
Kepala KUA Kapanewon Panjatan, H. Basid Rustami, S.Ag., menyampaikan apresiasi atas konsistensi kegiatan pembinaan yang dilakukan melalui forum organisasi keagamaan.
Menurutnya, keterlibatan penyuluh agama dalam ruang-ruang pembinaan masyarakat merupakan bagian dari penguatan peran KUA yang tidak hanya berfokus pada layanan administrasi keagamaan, tetapi juga hadir dalam pembangunan karakter dan penguatan kapasitas sosial masyarakat.
“Kami mendukung kegiatan yang memperkuat ketahanan mental dan spiritual para pengurus organisasi. Pembinaan seperti ini penting agar semangat pelayanan, pendampingan, dan pengabdian kepada masyarakat dapat terus terjaga dan berjalan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Kegiatan ditutup dengan sesi dialog interaktif dan doa bersama sebagai ikhtiar memperkuat kebersamaan, keberkahan, serta kemajuan syiar Islam di wilayah Kulon Progo. (win/mel)



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!