MAN 1 Kulon Progo Jadi Satu-satunya MAN Peserta Festival Literasi Kulon Progo 2026

Kulon Progo (MAN 1 KP) — MAN 1 Kulon Progo kembali menunjukkan komitmennya dalam penguatan budaya literasi dengan berpartisipasi dalam Festival Literasi Kulon Progo (FLK) Tahun 2026. Madrasah ini menjadi satu-satunya Madrasah Aliyah Negeri (MAN) di Kabupaten Kulon Progo yang terlibat dalam kegiatan literasi tingkat daerah tersebut.

Selain MAN 1 Kulon Progo, madrasah yang turut berpartisipasi dalam FLK 2026 adalah MIN 1 Kulon Progo, MTsN 4 Kulon Progo, dan MA VIP Pesawat. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 90 satuan pendidikan dari berbagai jenjang, mulai dari SLB, SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/SMK/MA se-Kabupaten Kulon Progo.
Festival Literasi Kulon Progo 2026 mendapat dukungan dari berbagai pemangku kepentingan daerah.

Sejumlah tokoh yang hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Bupati Kulon Progo, Dr. R. Agung Setyawan, S.T., M.Sc., M.M.; Inspektur Daerah Kabupaten Kulon Progo, Arif Prastowo, S.Sos., M.Si.; Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kulon Progo, H. M. Wahib Jamil, S.Ag., M.Pd.; Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Kulon Progo, Drs. Nur Wahyudi, M.M.; Kepala Balai Pendidikan Menengah Kulon Progo, Heru Santosa, M.Eng.; Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Kulon Progo, R. Heriyanto, S.H., M.M.; Pegiat Literasi Kulon Progo, Nuraini Mufida, S.E.; Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Kulon Progo, Joko Mursito, S.Sn., M.A.; Founder Komunitas Yuk Menulis (KYM), Vitria Madiyati; Ketua PGRI Kulon Progo, Drs. Agus Sutik Dwiartanta, M.Pd.; Pengawas Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Kulon Progo, Barokatussolihah, S.Ag., M.S.I.; serta Pemuda Pelopor Kulon Progo 2025, Tri Wahyuni, S.S.

Dalam kegiatan tersebut, MAN 1 Kulon Progo diwakili oleh Ketua Tim FLK sekaligus Pegiat Literasi MAN 1 Kulon Progo, Nur Hidayati, S.Pd.I.; Guru Bahasa Indonesia sekaligus pembimbing siswa peserta FLK, Rizki Alifani, S.Pd.; serta pustakawan madrasah yang bertugas sebagai dokumenter kegiatan, Angga Pradipta, S.Hum.

Festival Literasi Kulon Progo 2026 mengusung dua agenda utama, yaitu penulisan puisi oleh siswa dan penulisan kisah inspiratif oleh guru, pegawai, kepala sekolah, maupun kepala madrasah. Program ini bertujuan menumbuhkan budaya menulis, memperkuat ekosistem literasi daerah, serta mendorong lahirnya karya-karya yang mampu menginspirasi masyarakat.
Pada kategori penulisan puisi siswa, target penerbitan buku tahun 2026 mencapai 78 judul. Rinciannya meliputi 46 judul buku untuk jenjang SD/MI, 18 judul buku untuk SMP/MTs, dan 14 judul buku untuk SMA/SMK/MA. Sementara itu, pada kategori kisah inspiratif ditargetkan terbit 38 judul buku yang terdiri atas 9 judul karya kepala sekolah dan kepala madrasah, 16 judul karya guru SD/SLB/MI, 7 judul karya guru SMP/MTs, serta 6 judul karya guru SMA/SMK/MA.

Dengan demikian, total target karya yang dihasilkan dalam Festival Literasi Kulon Progo 2026 mencapai 116 judul buku, menjadikannya salah satu gerakan literasi terbesar yang melibatkan satuan pendidikan di Kabupaten Kulon Progo.
Plt. Kepala MAN 1 Kulon Progo, Sihono Setyo Budi, S.Pd., M.Si., mengapresiasi keterlibatan warga madrasah dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, partisipasi dalam FLK merupakan wujud nyata komitmen madrasah untuk mengembangkan budaya literasi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Keikutsertaan MAN 1 Kulon Progo dalam Festival Literasi Kulon Progo merupakan langkah strategis untuk membangun budaya menulis dan membaca di lingkungan madrasah. Kami berharap guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik dapat memanfaatkan momentum ini untuk menghasilkan karya yang bermanfaat, inspiratif, serta menjadi kontribusi nyata bagi kemajuan literasi di Kulon Progo,” ujar Sihono.
Ia menambahkan bahwa literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga sarana membangun karakter, kreativitas, dan daya pikir kritis yang sangat dibutuhkan dalam menghadapi tantangan masa depan.
Melalui partisipasi aktif dalam Festival Literasi Kulon Progo 2026, MAN 1 Kulon Progo menegaskan perannya sebagai madrasah yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik dan karakter, tetapi juga konsisten mengembangkan tradisi literasi sebagai bagian dari budaya belajar yang berkelanjutan. (mar)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *