Pengajian Aparat Kalibawang Perkuat Pembinaan Keluarga dan Dukung Persiapan MTQ

Kulon Progo (KUA Kalibawang) — KUA Kapanewon Kalibawang turut berperan dalam kegiatan Pengajian Aparat Tingkat Kapanewon Kalibawang yang dilaksanakan di Balai Kalurahan Banjarharjo, Kalibawang, Rabu (3/6/2026). Kegiatan ini diikuti oleh unsur pemerintah kapanewon, pemerintah kalurahan, tokoh agama, dan masyarakat sebagai sarana pembinaan spiritual sekaligus penguatan sinergi pembangunan keagamaan di wilayah Kalibawang.
Dalam sambutannya, Panewu Anom Kalibawang, Haryanto, S.Sos., M.A.P., mengajak seluruh pihak untuk memberikan dukungan moral dan spiritual dalam persiapan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ). Menurutnya, keberhasilan kafilah Kalibawang tidak hanya ditentukan oleh kemampuan peserta, tetapi juga dukungan dan doa dari seluruh elemen masyarakat.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan dari BAZNAS kepada warga duafa sebagai bentuk kepedulian sosial dan pemberdayaan masyarakat. Selain itu, diserahkan pula Sertifikat Wakaf Mushola Al Muhtar, Duwet I, dari wakif Sutikno kepada nadzir perseorangan Nahdlatul Ulama yang diwakili oleh Sumiyono, S.Pd.I. Penyerahan sertifikat tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan tertib administrasi dan legalitas aset wakaf.
Keterlibatan KUA Kalibawang dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen dalam mendukung pelayanan keagamaan, pengelolaan wakaf, serta pembinaan kehidupan beragama di tengah masyarakat. Melalui sinergi dengan pemerintah daerah dan lembaga terkait, KUA terus mendorong penguatan nilai-nilai keagamaan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Pengajian diisi oleh Ustaz Muhammad Asrofi dari Dukun, Magelang. Dalam tausiyahnya, ia mengupas kandungan Surah Ali Imran ayat 33 yang memuat pelajaran tentang pentingnya pembinaan keluarga. Menurutnya, keluarga yang dibangun atas dasar keimanan dan keteladanan akan menjadi fondasi lahirnya generasi yang saleh dan berakhlak mulia.
Kepala KUA Kapanewon Kalibawang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai pengajian aparat tidak hanya menjadi sarana peningkatan spiritualitas, tetapi juga memperkuat kolaborasi dalam mendukung program keagamaan, pengelolaan wakaf, serta pembinaan keluarga di masyarakat. “Sinergi yang baik antara pemerintah, KUA, dan masyarakat menjadi modal penting dalam mewujudkan kehidupan beragama yang harmonis dan berkualitas,” ujarnya. (bnb/mel)



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!