Sinergi KUA Panjatan dan Jamaah Reboan, Kuatkan Ikhtiar dan Doa Lewat Sima’an Al-Qur’an

Kulon Progo (KUA Panjatan) — Kantor Urusan Agama (KUA) Kapanewon Panjatan bersama Jamaah Sima’an Reboan menyelenggarakan kegiatan Sima’an Al-Qur’an dan Pengajian Bersama pada Jumat (23/6/2026) pukul 08.00–11.30 WIB di kediaman Sugimun, staf KUA Panjatan, wilayah Kanoman, Padukuhan 6, Kapanewon Panjatan, Kabupaten Kulon Progo.

Kegiatan keagamaan tersebut dihadiri oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kapanewon Panjatan, Djuni Kaswati, S.Ag., dan Nofianti, S.Pd.Si., M.Pd., bersama jamaah perempuan yang terdiri atas ibu-ibu dan remaja putri.

Rangkaian kegiatan berlangsung khidmat, diawali dengan sima’an Al-Qur’an, dilanjutkan pembacaan tahlil, Asmaul Husna, tausiah, dan ditutup dengan doa bersama. Pembacaan Al-Qur’an dilantunkan secara bergantian oleh para hafizah, di antaranya Nikmatun Nur Afifah, Rohasanah, Nur Faizah, Shofiyatul Muniroh, Umi Mahmayati, Agist, Nisa, Ibu Maslamah, dan Khofshotul Karimah.

Pada kesempatan tersebut, pembacaan Al-Qur’an difokuskan pada maqra Juz 16 hingga Juz 20 sebagai bagian dari agenda rutin jamaah dalam memperkuat kedekatan dengan Al-Qur’an dan menjaga tradisi keagamaan di tengah masyarakat.

Puncak kegiatan diisi tausiah oleh Kyai Imron Ali yang menyampaikan pentingnya menjaga keseimbangan antara ikhtiar dan doa dalam menjalani kehidupan.

“Manusia perlu menjaga keseimbangan antara usaha dan doa. Usaha tanpa doa dapat melahirkan kesombongan, sedangkan doa tanpa usaha tidak akan menghasilkan ikhtiar yang maksimal. Seluruh ibadah yang dilakukan hendaknya dilandasi keikhlasan karena Allah SWT,” pesannya.

Dalam tausiah tersebut, beliau juga mengingatkan pentingnya memahami dan menjalankan fikih praktis dalam kehidupan sehari-hari.

“Hukum wajib harus dijalankan sebagai dasar utama kehidupan beragama. Adapun perkara yang bersifat sunah maupun mubah dapat menjadi penyempurna dan penambah nilai amal seseorang,” tambahnya.

Kepala KUA Kapanewon Panjatan, H. Basid Rustami, S.Ag., menyampaikan apresiasi atas konsistensi pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai bagian dari penguatan kehidupan keagamaan masyarakat.

“KUA Panjatan sangat mendukung kegiatan kolaboratif seperti ini. Sima’an Al-Qur’an dan pengajian rutin bukan sekadar ruang berkumpul, tetapi menjadi sarana memperkuat spiritualitas dan menjaga ketenangan batin masyarakat. Kami berharap sinergi dengan Jamaah Reboan dapat terus terjaga dan istiqamah dalam merawat tradisi keislaman di wilayah Panjatan,” ujarnya.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk penguatan peran KUA dalam membangun kehidupan keagamaan yang aktif, harmonis, dan berkelanjutan di tengah masyarakat. (nof/mel)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *