Asah Kreativitas Anak, Murid Musera Sulap Tali Rafia Jadi Kemoceng

Kulon Progo (Musera) – Seni dan Budaya menjadi salah satu mata pelajaran yang paling dinanti oleh murid di MI Muhammadiyah Serangrejo (Musera). Proses pembelajaran yang didominasi oleh kegiatan praktik dan pembuatan karya nyata membuat para murid selalu antusias untuk unjuk kreativitas.
Suasana penuh semangat ini terlihat jelas pada Rabu (29/7/2026) siang di ruang kelas VI Musera. Di bawah bimbingan guru kelas, para murid tampak sibuk mengolah jalinan tali menjadi sebuah kerajinan tangan yang fungsional.

Guru kelas VI, Istiqomah, S.Pd. menjelaskan bahwa esensi dari pembelajaran kali ini adalah melatih kepekaan anak terhadap lingkungan sekitar. Salah satunya dengan memanfaatkan limbah tali rafia sisa kegiatan Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk diubah menjadi kemoceng.
”Kita sebetulnya dikelilingi oleh banyak benda yang dianggap sampah. Padahal masih bisa diolah kembali menjadi barang baru yang bernilai guna. Hari ini, kita memanfaatkan sisa tali rafia bekas ikatan paket MBG yang menumpuk. Daripada dibuang dan mencemari lingkungan, kita bersihkan dan jalin kembali menjadi kemoceng pembersih debu,” jelasnya.
Kegiatan bernuansa lingkungan dan kreativitas ini mendapat dukungan penuh dari pihak manajemen madrasah. Kepala Madrasah, Sumarsih, M.S.I. menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif pembelajaran berbasis daur ulang tersebut.

”Saya sangat mengapresiasi inovasi pembelajaran yang diterapkan di kelas VI ini. Kegiatan praktik seperti ini tidak hanya mengasah motorik dan kreativitas anak. Tetapi juga menanamkan karakter peduli lingkungan sejak dini. Madrasah sangat mendukung guru yang mampu mengubah keterbatasan materi menjadi ruang belajar yang kaya manfaat,” puji Kamad.
Respons positif juga datang dari para murid yang menjadi pelaku utama dalam kegiatan ini. Salah satu murid kelas VI, Muhammad Fadil Putranto mengaku sangat menikmati proses pembuatan kerajinan tangan tersebut. ”Saya merasa senang sekali hari ini bisa belajar membuat kemoceng sendiri dari tali rafia. Ternyata seru dan tidak terlalu sulit. Sekarang saya tahu kalau barang yang sudah tidak berguna atau dianggap sampah itu sebaiknya jangan langsung dibuang. Tetapi dimodifikasi lagi supaya bisa bermanfaat untuk membersihkan kelas atau rumah,” kata Fadil.
Melalui pembelajaran prakarya ini MI Muhammadiyah Serangrejo (musera) membuktikan bahwa edukasi lingkungan hidup dapat disematkan secara menyenangkan melalui kurikulum Seni dan Budaya. Sekaligus menghasilkan produk nyata yang bermanfaat bagi operasional kebersihan madrasah sehari-hari. (ist/abi).
#KementerianSemuaAgama #MakinDigitalMenjangkauUmat



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!