Cegah Dampak Fatherless pada Remaja dan Bekali KPM Tips Wirausaha, P2K2 PKH Pengasih Digelar di Soropadan

Kulon Progo (KUA Pengasih) – Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) Program Keluarga Harapan (PKH) kembali digelar. Kali ini, kegiatan bertempat di kediaman Ibu Sri Utami, Soropadan, Tawangsari, Kapanewon Pengasih, pada Selasa (07/7/2026). Pertemuan ini menghadirkan dua materi penting, mulai dari pola asuh anak remaja hingga strategi penguatan ekonomi keluarga.
Sebagai pembicara pertama, Muhammad Munawir, S.Ag., menyampaikan materi krusial mengenai parenting (pola asuh) terhadap anak remaja perempuan. Beliau menekankan pentingnya peran aktif seorang ayah di dalam keluarga agar anak perempuan tidak mengalami fenomena fatherless (ketiadaan figur ayah secara psikologis).
Menurut Munawir, anak perempuan yang kehilangan figur atau kasih sayang ayah cenderung lebih rentan mencari validasi di luar rumah. Kondisi ini membuat mereka mudah terjebak dan menjadi korban manipulasi pria yang memiliki sifat red flag (tidak sehat), fenomena yang belakangan ini marak dan viral di berbagai media.
“Jangan sampai anak-anak perempuan kita mengalami fatherless. Ketika mereka haus kasih sayang dari rumah, mereka akan sangat mudah terbuai oleh pria yang salah di luar sana,” ujar Munawir.
Dalam pemaparannya, ia juga membagikan ciri-ciri pria red flag dalam berinteraksi yang wajib diwaspadai oleh para remaja:
Pertama; Mudah Cemburu: Membatasi ruang gerak sosial secara berlebihan. Kedua; Temperamental: Sulit mengontrol emosi dan cenderung kasar. Ketiga; Suka Mengatur dan Mengancam: Memaksakan kehendak dengan intimidasi. Keempat; Playing Victim: Selalu memosisikan diri sebagai korban untuk memanipulasi keadaan.
Sesi berikutnya dilanjutkan oleh Pendamping PKH, Emi Listiawati, S.Pd., yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi. Emi membagikan tips praktis bagi para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk memulai usaha kecil-kecilan dari rumah. Langkah ini diharapkan dapat membantu para KPM PKH menjadi lebih mandiri secara finansial dan perlahan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka.
Menanggapi kolaborasi materi dalam kegiatan P2K2 ini, Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga H., S.H.I., M.S.I., memberikan apresiasi dan statement dukungannya terhadap penguatan ketahanan keluarga di wilayah Pengasih. “Ketahanan keluarga harus dibangun dari dua sisi, yaitu fondasi psikologis-edukatif dan kemandirian ekonomi. Edukasi parenting yang mencegah anak terjebak dalam hubungan tidak sehat, dipadukan dengan bimbingan wirausaha seperti ini, adalah langkah konkret untuk mencetak keluarga yang sakinah, tangguh, dan sejahtera,” ungkap Rangga.
Acara berlangsung dengan interaktif dan mendapat antusiasme yang tinggi dari para ibu-ibu KPM PKH yang hadir. Mereka berharap edukasi serupa dapat terus digalakkan secara berkala.(lua/mel)



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!