Lawan Perundungan, Musera Deklarasikan Stop Bullying dengan Tanda Lima Jari

Kulon Progo (Musera) – MI Muhammadiyah Serangrejo (Musera) menggelar aksi nyata dalam menciptakan lingkungan madrasah yang aman dan ramah anak pada hari terakhir Matamuda, Jumat (17/7/2026) siang. Seluruh warga madrasah berkumpul bersama untuk mendeklarasikan gerakan Stop Bullying. Aksi simpatik ini ditandai secara simbolis dengan menempelkan tangan pada warna dan menempelkannya kembali pada benner dengan menunjukkan tanda lima jari sebagai komitmen bersama menolak segala bentuk perundungan.
Kegiatan deklarasi penting ini dipimpin langsung oleh Kepala Madrasah, Sumarsih, M.S.I., dengan didampingi oleh guru Penjaskes, Fita Haryanti, S.Or. Gerakan ini bertujuan untuk menanamkan rasa saling menyayangi dan menghormati antar-sesama murid sejak hari pertama mereka menginjakkan kaki di madrasah.

Dalam arahannya yang sarat akan pesan kedamaian, Kamad Musera menegaskan bahwa Musera harus menjadi tempat yang paling aman bagi setiap anak untuk belajar. “Anak-anakku sekalian, deklarasi dengan tanda lima jari ini adalah janji suci kita bersama. Bahwa tidak boleh ada satu pun tindakan bullying di lingkungan Musera. Baik berupa ejekan kata-kata, fisik, maupun pengucilan. Kalian semua harus saling merangkul, saling melindungi, dan menyayangi seperti keluarga sendiri,” ujarnya.
“Madrasah ini adalah rumah kedua kalian. Tempat untuk mengukir prestasi, bukan saling menyakiti atau merasa takut. Jika kalian melihat atau mengalami hal yang tidak menyenangkan, segera laporkan kepada guru. Karena kami akan selalu ada untuk melindungi kalian,” tegas Kamad.

Gerakan deklarasi ini membawa manfaat yang sangat besar untuk keberlangsungan proses belajar mengajar di madrasah. Secara psikologis, deklarasi ini efektif meminimalkan risiko gangguan mental seperti kecemasan dan stres pada anak, serta mampu meningkatkan rasa percaya diri para peserta didik secara signifikan. Lingkungan bebas perundungan juga akan meningkatkan fokus belajar anak di kelas, memicu prestasi akademis, serta membentuk karakter generasi muda yang memiliki empati tinggi, toleran, dan berakhlak mulia.
Acara deklarasi diakhiri dengan sorak semangat dari seluruh peserta didik yang berjanji akan menjaga kedamaian di lingkungan madrasah. Melalui momentum penutupan Matamuda ini MI Muhammadiyah Serangrejo (Musera) berhasil menancapkan fondasi yang kuat bagi terciptanya madrasah ramah anak yang siap mencetak generasi emas berkarakter Islami. (ist/abi).
#KementerianSemuaAgama
#MakinDigitalMenjangkauUmat



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!