MAN 3 Kulon Progo Gelar Workshop Pengelolaan Kurikulum Perkuat Kompetensi Guru

Kalibawang (MAN 3 KP) – MAN 3 Kulon Progo menggelar Workshop Pengelolaan Kurikulum dan Peningkatan Mutu Pendidik melalui Implementasi Pembelajaran Mendalam dan Kurikulum Berbasis Cinta dalam Pembuatan Modul Ajar dan Modul Kokurikuler selama dua hari, Selasa–Rabu (7–8 Juli 2026), bertempat di Aula PUPR MAN 3 Kulon Progo. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru sebagai bagian dari komitmen madrasah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.
Workshop dibuka secara resmi oleh Kepala MAN 3 Kulon Progo, Nurhayanti, S.Pd., M.Sc. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa peningkatan kompetensi guru merupakan salah satu kunci utama dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas.
“Guru merupakan ujung tombak keberhasilan pendidikan. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi pendidik harus menjadi prioritas agar pembelajaran yang dilaksanakan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga mampu membentuk karakter, menumbuhkan rasa cinta terhadap sesama, lingkungan, bangsa, dan agama. Melalui workshop ini, saya berharap seluruh guru dapat menghasilkan modul ajar dan modul kokurikuler yang berkualitas, kreatif, kontekstual, serta benar-benar mampu menjawab kebutuhan belajar peserta didik,” ungkapnya.
Beliau juga mengajak seluruh guru untuk terus beradaptasi terhadap perubahan kebijakan pendidikan serta menjadikan workshop ini sebagai momentum memperkuat profesionalisme pendidik dalam menyelenggarakan pembelajaran yang inovatif dan berpusat pada peserta didik.
Mengawali hari pertama kegiatan, narasumber Dr. Lukman Ahmad Irfan, M.Pd.I. menyampaikan materi mengenai implementasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning). Menurutnya, pembelajaran yang berkualitas tidak hanya membuat peserta didik memahami materi, tetapi juga mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, memecahkan masalah, dan mengaitkan ilmu dengan kehidupan sehari-hari.

“Pembelajaran mendalam bukan sekadar membuat siswa memahami materi pelajaran, tetapi bagaimana mereka mampu berpikir kritis, memecahkan masalah, berkolaborasi, dan mengaplikasikan ilmu yang dipelajari dalam kehidupan sehari-hari. Guru perlu merancang pengalaman belajar yang bermakna sehingga peserta didik benar-benar belajar, bukan hanya menghafal,” jelasnya.
Materi berikutnya disampaikan Dr. Muqowim, S.Ag., M.Ag. yang mengangkat konsep Kurikulum Berbasis Cinta. Ia menjelaskan bahwa pendidikan harus dibangun atas dasar kasih sayang, penghargaan terhadap keberagaman, dan keteladanan guru dalam membentuk karakter peserta didik.
“Kurikulum Berbasis Cinta mengajak kita menghadirkan pendidikan yang memanusiakan manusia. Guru tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga menumbuhkan cinta kepada Allah SWT, sesama manusia, lingkungan, bangsa, dan ilmu pengetahuan. Ketika pembelajaran dibangun dengan cinta, maka peserta didik akan merasa dihargai dan termotivasi untuk berkembang,” tuturnya.
Rangkaian kegiatan hari pertama ditutup dengan diskusi interaktif yang diikuti antusias oleh seluruh peserta. Berbagai pertanyaan dan pengalaman pembelajaran dibahas bersama para narasumber sebagai bekal dalam menyusun perangkat pembelajaran yang lebih berkualitas. Workshop akan berlanjut pada hari kedua dengan agenda pendampingan penyusunan Modul Ajar dan Modul Kokurikuler berbasis Pembelajaran Mendalam dan Kurikulum Berbasis Cinta, sehingga materi yang telah diperoleh dapat langsung diimplementasikan dalam bentuk perangkat pembelajaran yang aplikatif. (Syl)



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!