Murid MAN 1 Kulon Progo Praktik Menyablon Kaos di Omah Oblong Jogja

Sleman (MAN 1 KP) — Murid MAN 1 Kulon Progo mendapatkan pengalaman langsung dalam proses produksi industri kreatif melalui praktik menyablon kaos saat mengikuti Kunjungan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) di Omah Oblong Jogja, Selasa (21/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya madrasah memperkuat pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) sekaligus mengenalkan dunia kerja kepada peserta didik.
Selama kunjungan, para murid memperoleh penjelasan mengenai proses produksi kaos sablon, mulai dari perancangan desain, pembuatan film sablon, pencampuran tinta, hingga teknik penyablonan pada media kaos. Tidak hanya menyaksikan demonstrasi, mereka juga diberi kesempatan mempraktikkan secara langsung proses menyablon dengan bimbingan tim profesional Omah Oblong Jogja.
Kegiatan praktik tersebut disambut antusias oleh para murid. Mereka tampak bersemangat mencoba setiap tahapan penyablonan dan memahami bagaimana kreativitas, ketelitian, serta keterampilan teknis menjadi faktor penting dalam industri sablon dan fesyen. Melalui pengalaman tersebut, peserta didik tidak hanya memperoleh wawasan baru mengenai proses produksi, tetapi juga memahami peluang usaha di sektor ekonomi kreatif.
Plt. Kepala MAN 1 Kulon Progo, Sihono Setyo Budi, S.Pd., M.Si., menyampaikan bahwa kunjungan industri merupakan sarana efektif untuk menghubungkan materi pembelajaran di madrasah dengan praktik nyata di dunia usaha dan dunia industri.
“Kegiatan kunjungan DUDI seperti ini memberikan pengalaman belajar yang sangat berharga bagi para murid. Mereka tidak hanya mengetahui teori, tetapi juga melihat dan mempraktikkan langsung proses kerja di industri kreatif. Harapannya, pengalaman ini mampu menumbuhkan kreativitas, semangat berwirausaha, serta kesiapan menghadapi tantangan dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” ungkap Sihono.
Melalui program kunjungan DUDI, MAN 1 Kulon Progo terus berkomitmen menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan zaman. Sinergi antara madrasah dan dunia industri diharapkan mampu membekali peserta didik dengan kompetensi, karakter, serta keterampilan abad ke-21 yang dibutuhkan untuk menghadapi perkembangan dunia kerja dan industri kreatif yang semakin dinamis. (adk)



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!