Perkuat Disiplin Digital, MAN 3 Kulon Progo, Terapkan Loker Gawai Siswa

Kulon Progo (MAN 3 KP) – Upacara rutin Senin di MAN 3 Kulon Progo menjadi momentum untuk menyampaikan kebijakan pembatasan penggunaan gawai di lingkungan satuan pendidikan sekaligus menindaklanjutinya melalui penerapan loker penyimpanan handphone (HP) bagi siswa selama kegiatan belajar mengajar (KBM), Senin (21/9/2026). Pembina upacara, Drs. Suwata Hariyadi, yang merupakan guru Bimbingan dan Konseling (BK) MAN 3 Kulon Progo, menyampaikan hal tersebut di lapangan depan madrasah.

“Pembatasan penggunaan gawai ini bukan berarti siswa tidak boleh menggunakan teknologi. Gawai tetap dapat digunakan ketika memang diperlukan untuk pembelajaran atau dalam kondisi yang sangat urgen. Namun, selama KBM berlangsung, HP harus disimpan di tempat yang telah disediakan agar siswa dapat lebih fokus mengikuti pembelajaran,” ungkapnya.

Suwata menjelaskan, penyampaian tersebut merupakan tindak lanjut Surat Edaran Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Nomor 19 Tahun 2026 tentang Pembatasan Penggunaan Gawai di Satuan Pendidikan pada Kementerian Agama. Kebijakan tersebut mengatur penggunaan dan pengawasan gawai serta internet di lingkungan satuan pendidikan, sekaligus mendorong peran keluarga dalam membangun kebiasaan digital yang sehat dan bertanggung jawab.

Lebih lanjut, sebagai tindak lanjut di madrasah, MAN 3 Kulon Progo bekerja sama dengan Teaching Factory SMK Negeri 2 Pengasih dalam pembuatan kotak atau loker penyimpanan gawai yang ditempatkan di setiap kelas. Mulai Senin tersebut, loker telah dimanfaatkan untuk menyimpan HP siswa selama kegiatan pembelajaran.

“Mulai hari ini loker atau box penyimpanan HP sudah mulai digunakan. Selama KBM, HP siswa wajib disimpan di loker masing-masing kelas. Kunci loker dari jam pertama sampai jam terakhir berada di ruang BK,” jelas Suwata.

Dalam pelaksanaannya, guru jam pertama bertanggung jawab mengondisikan penyimpanan HP sekaligus memastikan kunci loker diserahkan ke ruang BK. Ketua kelas atau perwakilan piket bertugas menaruh kunci tersebut di ruang BK. Sementara guru jam terakhir mengondisikan pengambilan kunci sehingga siswa dapat mengambil HP sesuai ketentuan yang berlaku.

Selama jam istirahat, HP siswa tetap disimpan dan tidak diperkenankan digunakan. Penggunaan hanya dapat dilakukan apabila terdapat kebutuhan yang sangat urgen atau ketika guru memerlukan HP sebagai sarana pendukung pembelajaran pada mata pelajaran tertentu. Untuk mendukung keteraturan pengelolaan kunci, ruang BK juga telah menyiapkan papan gantungan khusus kunci loker.

Selain penerapan di madrasah, Suwata mengingatkan pentingnya pengawasan penggunaan gawai di lingkungan keluarga. Orang tua diharapkan turut mendampingi aktivitas digital anak, mengatur batas waktu penggunaan gawai di rumah, menjaga keamanan akun dan privasi, serta membangun komunikasi yang sehat mengenai risiko penggunaan internet. SE tersebut juga mengarahkan pembatasan penggunaan gawai di rumah paling lama dua jam per hari di luar kebutuhan belajar.

“Yang tidak kalah penting adalah peran orang tua. Anak perlu didampingi dalam menggunakan media sosial dan internet, diberi pemahaman tentang privasi serta risiko konten negatif, dan diarahkan agar gawai lebih banyak dimanfaatkan untuk kegiatan yang edukatif. Jika terjadi masalah di ruang digital, anak juga harus merasa aman untuk melapor kepada orang tua atau guru,” tuturnya.

Penerapan loker gawai di MAN 3 Kulon Progo diharapkan menjadi langkah nyata untuk menciptakan suasana pembelajaran yang lebih fokus sekaligus membangun kebiasaan menggunakan teknologi secara sehat, aman, bijak, dan bertanggung jawab. Pembatasan ini juga menjadi bagian dari upaya madrasah membentuk budaya digital yang mendukung proses pendidikan.

“Harapannya, siswa semakin memahami bahwa teknologi harus digunakan pada tempat dan waktu yang tepat. Dengan aturan yang diterapkan bersama, kita ingin membangun kebiasaan disiplin tanpa menghilangkan manfaat teknologi dalam pembelajaran,” pungkasnya. (Shi)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *